Hujan Uang bukan Gambaran Kapabilitas Pemimpin Era New Normal -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Hujan Uang bukan Gambaran Kapabilitas Pemimpin Era New Normal

editor: hut_kamrin
Selasa, 09 Juni 2020

Jeffrey Sorongan, Ketua PAMI Perjuangan Sulut. Foto: Dok. KOMENTAR.ID
Manado, KOMENTAR.ID -- 
Membangun daerah di masa sebelum pandemi Covid-19 dan pada masa pandemi berlangsung, berbeda. Apalagi memimpin daerah di fase New Normal. Butuh kapabilitas (kemampuan) pemimpin yang memadai dan komplit. Demikian penuturan Ketua Pelopor Angkatan Muda Indonesia (PAMI) Perjuangan Sulawesi Utara Jeffrey Sorongan, kepada KOMENTAR.ID, Selasa (9/6/2020), di Manado.

Dalam penjelasannya, Sorongan mengatakan, pemimpin yang lahir dari rahim demokrasi di masa pandemi, mau tidak mau harus memiliki kecerdasan spesifik yang berkaitan dengan pengelolaan pemerintahan dan pembangunan di masa New Normal.

"Itu berarti, rakyat harus mempunyai konsep pemimpin ideal yang mampu membangun daerah dalam kerangka kebiasaan baru. Pemimpin yang bisa membaca fenomena sosial, menguasai detil kehidupan New Normal, menelorkan kebijakan tanpa ekses penyebaran wabah Covid-19, dan kompetensi budgeting yang terukur dan tepat sasar," terang Sorongan.

Situasi ke depan lanjut dia, sangat rentan mismanajemen pemerintahan, apabila rakyat terjebak fenomena pencitraan melalui mesin uang selama pra-Pilkada 2020. "Hujan uang yang diguyur tokoh-tokoh politik saat ini bukan gambaran kapabilitas seorang calon pemimpin daerah. Itu bisa saja mengecohkan rasionalitas alam pikiran rakyat. Kita harus ingat, membangun daerah di masa New Normal terlalu kompleks. Dampaknya luar biasa kalau salah kelola atau melenceng. Minus kapabilitas juga bisa fatal," jelas Sorongan.

Lanjut dia, kecenderungan menjajakan figur dengan mesin uang untuk meraih popularitas, bukan jaminan ketulusan memimpin daerah. Justru ada dampak linear terhadap potensi korupsi. "Tidak ada orang yang gila-gilaan menginvestasi finansial untuk merebut dukungan tanpa membidik feedback dari postur APBD atau bargaining lain. Ini harus diwaspadai. Jangan sampai terkecoh," tandas Sorongan. (***)