Dugaan Mark Up: Hanya 28 Guru, SMK 1 Sinonsayang Borong 250 Tablet -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Dugaan Mark Up: Hanya 28 Guru, SMK 1 Sinonsayang Borong 250 Tablet

editor: hut_kamrin
Sabtu, 20 Juni 2020

Mantan Kepala SMK Negeri 1 Sinonsayang Teli Ticoalu. Foto: Istimewa
Manado, KOMENTAR.ID -- 
Dugaan mark up pengadaan barang menyasar SMK Negeri 1 Sinonsayang, Minahasa Selatan. Setelah sempat mempertanyakan pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), beberapa kalangan mengendus total anggaran dan jumlah barang berupa Tablet  untuk guru di sekolah yang pernah dipimpin Teli Ticoalu. Total anggaran mencapai Rp500.000.000.

Semula sumber KOMENTAR.ID mengatakan, jumlah dana itu untuk pengadaan Tablet sebanyak 50 pcs. Harga yang dipatok per unit (pcs) Rp2.000.000. Tapi kemudian klarifikasi Ticoalu menuturkan, Tablet yang dianggarkan, sebanyak 250 pcs. Timbul dugaan mark up, karena sumber menyebut ternyata jumlah guru yang memakai Tablet 28 orang. Jika dikalikan dengan harga satuan per buah, maka total uang yang digelontorkan sebesar Rp56.000.000.

"Pada tahun 2019 ada informasi dana Rp500.000.000. Anggaran sebesar itu untuk pengadaan Tablet sebanyak 50 unit dengan harga satuan Rp.2.000.000. "Tidak pernah dipertanggungjawabkan selama ini," tutur dia.

Contoh Tablet. Foto: Istimewa
Soal Tablet tersebut, Ticoalu mengatakan sudah diserahkan ke SMK Negeri 1 Sinonsayang. "Mengenai pembelian Tep sudah dibawa ke sekolah oleh perusahaan 251 pcs," jawab Ticoalu, beberapa waktu lalu. Ia saat ini sudah menjabat sebagai Kepala SMK 1 Amurang.

Menanggapi dugaan mark up Tablet tersebut, tokoh muda Minsel Jenry Mandey meminta Polda Sulut turun langsung memeriksa realisasi anggaran di sekolah, termasuk isi rekening Ticoalu.

"Informasi itu sudah sempat beredar. Polres Minsel sudah pernah memeriksa. Tapi kita masih yakin ada masalah. Kita minta Polda Sulut take over masalah ini," desak Mandey.

Sebelumnya, desakan memeriksa kekayaan termasuk dugaan rekening gendut mengarah ke rekening milik Ticoalu. Sejumlah pihak meminta Kejaksaan Negeri Amurang atau Polres Minsel  memeriksa kekayaan dan rekening Kepala SMK 1 Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan, Teli Ticolalu. Desakan ini berkaitan dengan Pengelolaan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) saat Ticoalu menjabat SMK 1 Sinonsayang, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Sulawesi Utara.

Sumber KOMENTAR.ID membeberkan, realisasi dana BOS sejak 2016 hingga Juni 2019 tidak jelas. Katanya, dana per tahun sebesar Rp500.000.000. Dana itu menurut sumber dikelola Ticoalu, yang saat ini sudah menjadi Kepala SMA Amurang Minsel. 

”Kami menduga ada laporan fiktif," tulis sumber ke redaksi KOMENTAR.ID, Kamis (18/6/2020). 

Ia mengendus ada transaksi Rp2 miliar di rekening pribadi Ticoalu. Pada keluhan selanjutnya, sumber merinci, ada potongan beasiswa sebanyak Rp50.000 hingga Rp100.000.
Rekening yang sama lanjut sumber, diduga menampung tagihan gaji THL sebesar Rp500.000. Pun termasuk siswa yang akan turun PKL, konon ditagih Rp600.000. "Kami melacak informasi, anggaran sekolah dikelola kepala sekolah. Bendahara tidak pegang uang," sentil dia.

Pria itu mengutarakan, ada biaya monitoring sebesar Rp600.000 per bulan. Dalam prakteknya, monitoring dilaksanakan empat bulan sekali.

"Pada tahun lalu, kepsek diduga memilik dua rekening dengan total nilai Rp2.000.000.000 lebih. 

Ticoalu menepis tudingan pengelolaan anggaran itu. Ia menjelaskan, dana BOS sudah diperiksa. "Di sekolah saya sudah diperiksa oleh inspektorat dan sekolah saya adalah sample inspektorat dari tahun 2016-2019 dan 2018 sample BPK 2020 Feb sample BPK," jelas Ticoalu kepada wartawan, Kamis siang.

Begitu pun beasiswa diambil sendiri oleh siswa di bank. "Mengenai Prakerin saya sudah tidak mengatur karena sudah pindah sekolah.  jelas Ticoalu.
 
Ia menambahkan, laporan itu sudah diperiksa Reskrim Polres Minsel yang ditangani Ari Prakosa. Konon laporan dilancarkan aktifis Maikel Tilung. (*)