Dinsos Kotamobagu Respon Pergantian Beras 'Berkutu' -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Dinsos Kotamobagu Respon Pergantian Beras 'Berkutu'

editor: allan_frank
Senin, 15 Juni 2020

Kadis Sosial Sarida Mokoginta saat memberikan keterangan klarifikasi kepada wartawan.

Kotamobagu, KOMENTAR.ID

Dinas Sosial Kotamobagu merespon adanya bantuan beras tak layak konsumsi alias 'berkutu', dengan melakukan pergantian beras kepada penerima bantuan.

Hal itu ditegaskan Kepala Dinas Sosial Sarida Mokoginta. Kepada KOMENTAR.ID, Sarida menyatakan permohonan maaf atas kelalaian yang berbuntut adanya sejumlah warga yang menerima bantuan beras tersebut. 

"Kami memohon maaf, hal itu terjadi bukan bermaksud mempunyai tujuan tertentu. Namun adanya kelalaian dari kami. Memang tidak semua beras seperti itu, tapi kami sudah mengganti beras dengan kwalitas baik,"ujar Sarida, Senin (15/06-2020) siang.

Pergantian bantuan dilakukan Kamis 11 Juni 2020 pekan lalu. "Sewaktu pembagian bantuan kami meminta warga untuk mengeluhkan apabila ada beras yang tak layak, saat itu sudah disampaikan kepada Sangadi (kepala desa) jika ada yang mengeluhkan bantuan disilahkan ke kantor desa setempat,"jelas Sarida, sembari menambahkan sebanyak 3500 warga Kotamobagu masuk daftar penerima bantuan.

Diketahui, masalah beras berkutu terjadi di Kotamobagu, tepatnya di Desa Poyowa Besar Satu, Kecamatan Kotamobagu Selatan. Warga diwilayah itu  diduga kuat menerima bantuan beras 10 kg yang tidak layak dikonsumsi karena berkutu 

Sebagaimana penuturan warga, beras yang disalurkan sangat tidak higienis karena berkutu. Sehingga beras tersebut hanya disimpan untuk pakan ternak.. "Nda bisa di makan, beras bakutu kurang bagus mo beking makanan ternak. Tapi akan dikumpul untuk dijual supaya bisa beli beras yang kwalitas bagus,"ujar Prawiro, warga Poyowa Besar.

Terkait masalah itu, Kepala Desa Poyowa Besar Satu, Yandi Mokoagow menjelaskan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk penggantian beras."Kami sudah koordinasikan dengan Dinas Sosial untuk diganti,"tandas Yandi.