Buset! Diknas Sulut Bangun SMA dari Pasir Laut dan Kerikil Karang -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Buset! Diknas Sulut Bangun SMA dari Pasir Laut dan Kerikil Karang

editor: hut_kamrin
Jumat, 12 Juni 2020

Tampak bangunan dan tumpukan pasir laut di SMA Negeri Lobbo, Talaud saat sedang dibangun. Foto: Istimewa
Melonguane, KOMENTAR.ID -- 
Tiga unit bangunan sekolah tampak berdiri  di Desa Lobo, Kabupaten Kepulauan Talaud. Bangunan SMA Negeri 1 Lobbo, Kecamatan Beo Utara itu menuai sorotan,  lantaran mutu yang dianggap tidak sesuai spek. Semula, sekolah ini merupakan program suntikan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Tahun Anggaran 2019, dengan pagu anggaran mencapai Rp3,583.712.000.

Ketua Investigasi Sulut LSM Advokasi Rakyat Untuk Nusantara (ARUN) Sulut Alfrets Ingkiriwang mengatakan, sekolah itu dibangun dari material pasir laut dan kerikil karang.
Tampak bangunan dan tumpukan pasir laut di SMA Negeri Lobbo, Talaud saat sedang dibangun. Foto: Istimewa
Yang mengkhawatirkan, kata dia, SMA tersebut dibangun dari material pasir laut dan kerikil karang. "Kami menemukan material pasir laut dan karang batu yang dipakai untuk membangun sekolah. Ini bahaya karena jika sewaktu-waktu terjadi gempa bumi,” kata Ingkiriwang kepada wartawan di Manado, Jumat (12/6/2020).

Aneh menurut Ingkiriwang, pembangunan sekolah tahun 2019 itu diambil alih Dinas Pendidikan Nasional Sulut. Pengalihan model pembangunan itu menjadi tanggung jawab Kepala Diknas Sulut dr Grace Punuh. 

Padahal, kegiatan anggaran bangunan bersifat swakelola. Artinya, pihak SMA Negeri 1 Lobbo yang semestinya membangun.

Mengenai alasan pengalihan motif kegiatan, Diknas Sulut kata Ingkiriwang,  beralasan pengalihan sifat kegiatan karena sekolah baru. "Ternyata sekolah itu sudah tiga tahun beroperasi. Jadi alasan pengalihan itu rancu," singgung Ingkiriwang. (***)