AJD Mapalus Beri Bantuan untuk Pekerja Seni Maengket -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

AJD Mapalus Beri Bantuan untuk Pekerja Seni Maengket

editor: hut_kamrin
Selasa, 02 Juni 2020

Tim menyalurkan bantuan di Desa Kali. Foto: Istimewa
Manado, KOMENTAR.ID -- AJD Mapalus, sebuah wadah yang menginisiasi kegiatan bakti budaya, membagikan bantuan sosial bagi pekerja seni Maengket di beberapa tempat, antara lain Desa Kali, Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Tahap pertama ini, AJD Mapalus membagikan bantuan kepada pekerja seni Maengket yang terdampak Covid-19 di Desa Kali, Kecamatan Pineleng.
Pekerja seni menerima bantuan ADJ Mapalus. Foto: Istimewa
Adjeng, penggagas ADJ Mapalus mengatakan, bakti budaya itu semata-mata untuk membantu meringankan beban para pekerja seni Maengket yang terdampak. "Dan tentu saja mencoba memberi perhatian kepada mereka, serta meyakinkan mereka bahwa mereka tidak sendirian dalam mengupayakan sikap untuk bertahan di tengah pandemi. 
Kita memang tidak bisa mengelak bahwa, situasi sekarang, para pekerja seni sangat terdampak dan tentu membatasi ruang gerak mereka untuk mengkreasikan semua keterampilan dan keahliannya dalam sebuah tarian Maengket," kata Adjeng, Selasa (2/6/2020), di Manado.

Kendati begitu, sebagai upaya untuk memberikan dorongan moril bagi para pekerja seni Maengket, AJD Mapalus dengan tag line, Sahabat Budaya, menginisiasi kegiatan bakti budaya, berbakti bagi para pekerja budaya. 

Adjeng sebagai penggagas AJD Mapalus, mengatakan, “tidak penting jumlah dan banyaknya yang disumbangkan, tetapi paling tidak ini merupakan ungkapan kasih bagi para pekerja seni, dan memupuk kesadaran para seniman secara khusus seni tari maengket untuk merasa bahwa mereka tidak sendiri dalam menjalani situasi sulit ini, maka dari itu, kami AJD Mapalus, membantu mereka untuk karya sosial ini.” 

“Semoga ini bisa menjadi kekuatan kita, sebagai pekerja seni maengket untuk mempersiapkan diri ke depan, ketika situasi sudah kondusif”, demikian lanjutnya.

Adapun pendistribusian bantuan sosial ini dibantu pekerja seni budaya di Sulawesi Utara, khususnya di Desa Kali, Leon Loho, Aldi Tangkere dan seniman/budayawan Ambro Loho.

Kegiatan ini wujud kepedulian Bu Adjeng kepada pekerja seni Maengket di Minahasa.

Menurut Ambro (yang menyalurkan bantuan bersama tim kerjanya), bahwa berbuat bagi sebanyak mungkin orang untuk meringankan beban dalam situasi sulit seperti ini, merupakan wujud tradisi Minahasa. ”Yang mengajarkan bahwa kita harus masawa-sawangan (saling membantu) dikala kita sedang susah. Semua ini merupakan wujud Tou Minahasa, yang selalu mengagungkan wejangan Sam Ratulangi, Si Tou Timou Tumou Tou)," ungkap Ambro. (***)