Wartawan Minta Polisi Usut Tuntas Aksi Penganiayaan di Warkop Corner Manado -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Wartawan Minta Polisi Usut Tuntas Aksi Penganiayaan di Warkop Corner Manado

editor: komentar.id
Sabtu, 23 Mei 2020

Warkop Corner 52, di Ruas Jalan Sario, Manado. (Istimewa/FB Warkop Corner 52)

Manado, KOMENTAR.ID

Aksi penganiayaan secara brutal yang terjadi di Warkop Corner, Kecamatan Sario, Kota Manado, Jumat (22/05/2020) malam, diminta diusut tuntas pihak berwajib.

Apalagi dari informasi, aksi penganiayaan itu melibatkan ratusan orang yang sengaja didatangkan dengan menggunakan tiga unit mobil truk.

“Saat itu kami tidak tahu apa-apa, hanya sebatas pengunjung. Tiba-tiba datang ratusan orang dan langsung melakukan penganiayaan. Mereka brutal. Bawa balok dan sajam. Meja kursi diobrak-abrik,” tutur Amas Mahmud, wartawan salah satu media online yang saat kejadian berada di warkop tersebut.

Melalui sambungan WhatsApp, Sabtu (23/05/2020) malam, Amas menceritakan saat kejadian, enam meja di warkop itu terisi pengunjung. Di mana satu meja ditempati dua orang, termasuk dia dan rekan wartawan Dance Siahaya dan aktivis yang juga Ketua Laskar GSVL Calvin Castro serta dua rekan lainnya.

“Mereka datang dan langsung menganiaya semua pengunjung. Datang dengan tiga truk warna kuning. Saya berhasil lolos karena tanpa saya sadar saya sudah berada dalam kerumunan masa dan langsung lari ke seberang jalan,” ceritanya.

Aksi penganiayaan membabi-buta ini sendiri menyebabkan para pengunjung terluka. Namun yang paling parah adalah Dance Siahaya yang diketahui merupakan wartawan senior di daerah ini.

Dance menderita luka memar disekujur tubuh dan kepala. Dia dilarikan ke RS Bhayangkara Karombasan kemudian dirujuk ke IGD RSUP Kandou Malalayang.

Satu korban lainnya yang biasa dipanggil Gobs, juga menderita luka sobek dibagian pergelangan tangan diduga akibat hempasan benda tajam.


Ditemui di RSUP Kandou, korban Dance Siahaya mengaku tidak mengenal para pelaku. Motifnya apa, juga tidak diketahuinya.

“Nda tahu kita. Kita jadikan ini pelajaran jo for kita. Tapi kita berharap polisi usut tuntas kasus ini,” ujar Dance yang masih terbaring lemas ketika disambangi wartawan di RSUP Kandou Malalayang, Sabtu (23/05/2020) malam.

Kapolsek Sario AKP Renthauli Novita Pardede dikonfirmasi wartawan mengatakan, penanganan terhadap masalah ini prosesnya ada di Polresta Manado.

“Langsung ke kasat reskrim ya pak. Soalnya prosesnya ada di Polresta Manado,” jawab Pardede membalas pesan konfirmasi WhatsApp wartawan, Sabtu (23/05/2020) malam.

Sedangkan Kasat Reskrim AKP Tommy Aruan menegaskan pihak Polresta Manado saat ini tengah melidik para pelaku penganiayaan di warkop tersebut. “Lp sudah masuk, proses sementara lidik pelaku,” tegas Aruan. 

(kid)