Sampoerna Hentikan Produksi Rokok -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Sampoerna Hentikan Produksi Rokok

editor: jandry_kandores
01 Mei 2020

Para pekerja di Pabrik PT HM Sampoerna. (istimewa/medcom.id)

Surabaya- PT HM Sampoerna menghentikan produksi rokok pabrik yang ada di Rungkut 2 Surabaya hingga batas waktu yang tidak ditentukan. Seluruh rokok yang baru diproduksi pun turut dikarantina selama dua hari.

Penghentian produksi pabrik rokok Sampoerna di Rungkut 2 ini dibenarkan Elvira Lianita, Direktur PT HM Sampoerna Tbk, melalui keterangan tertulis.

Menukil merdeka.com, Elvira mengatakan sesuai peraturan yang berlaku (Pergub Jatim No 18/2020 dan Perwali No 16/2020 tentang PSBB, pihaknya memutuskan untuk menghentikan sementara kegiatan produksi di pabrik Rungkut 2. Penghentian produksi ini sudah dilakukan sejak 27 April lalu hingga batas waktu yang belum ditentukan.

"Kami memutuskan untuk melakukan penghentian sementara kegiatan produksi di pabrik Rungkut 2 sejak 27 April 2020 sampai dengan waktu yang ditentukan kemudian. Penghentian sementara ini bertujuan agar kami dapat melaksanakan pembersihan dan sanitasi secara menyeluruh di area pabrik Rungkut 2, guna menghentikan tingkat penyebaran virus Covid-19 yang saat ini telah berdampak pada beberapa karyawan kami di lokasi tersebut," ujarnya, Kamis (30/04/2020).

Dia menambahkan, terkait dengan hal itu pihaknya juga telah menyerahkan data dan informasi terkait dengan karyawan PT HM Sampoerna yang terdampak kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya dan Jatim.

"Kami juga telah menyerahkan data dan informasi terkait karyawan dengan memegang prinsip perlindungan data pribadi atas karyawan kami yang terdampak, maka kami tidak memberikan data dan informasi kepada pihak lain selain pihak yang berwenang," katanya.

Sesuai arahan dan koordinasi dengan Pemerintah Kota Surabaya dan Pemerintah Provinsi Jatim, pihaknya menerapkan protokol kesehatan yang dianjurkan seperti melakukan penyemprotan disinfektan ke seluruh fasilitas pabrik, melakukan kontak tracing, mengkarantina secara mandiri para karyawan serta melakukan tes covid-19 bekerjasama dengan rumah sakit setempat.

"Prioritas kami saat ini adalah memastikan keselamatan dan kesehatan para karyawan dengan menerapkan protokol kesehatan seperti anjuran pemerintah," tegasnya.

Selain karyawan, Sampoerna juga melakukan karantina pada produk hasil produksi saat itu selama 5 hari. Produk tersebut tidak akan dikeluarkan dan tidak didistribusikan ke konsumen.

"Sampoerna memastikan bahwa kualitas produk merupakan prioritas perusahaan. Untuk itu, kami melakukan karantina produk selama 5 hari sebelum akhirnya didistribusikan ke konsumen dewasa, atau dua hari lebih lama dari batas atas stabilitas lingkungan Covid-19 yang disarankan oleh European CDC dan juga WHO," tandasnya.

(kid/mdk/*)