Saat Kumtua Polisikan Mantan 'Terindah', Begini Reaksi Warga Desa Darunu -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Saat Kumtua Polisikan Mantan 'Terindah', Begini Reaksi Warga Desa Darunu

editor: hut_kamrin
Selasa, 19 Mei 2020

Mantan Hukum Tua/Terlapor Mayttee Jacobus (kiri), Plt Hukum Tua Reflin Rumengan SH (kanan). Foto: Dok.KOMENTAR.ID
Manado, KOMENTAR.ID -- 
Kisah mantan terindah bukan hanya urusan hubungan dua lawan jenis yang pernah jatuh cinta, lalu berpisah. Di pemerintahan, fenomena mantan terindah juga melukiskan hubungan pemimpin dan masyarakat yang sempat alot lalu bercerai, entah karena masa bakti kepemimpinan selesai, atau mutasi jabatan lantaran desakan publik. Kadangkala mantan tak selamanya indah. Ada mantan yang menyakitkan, bahkan harus berurusan dengan hukum.

Ini persis yang terjadi di Desa Darunu, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara. Mantan Hukum Tua (Kepala Desa) Darunu Mayttee Jacobus dilaporkan ke Polsek Wori, karena pernyataan liar mengenai dana desa. 

Pelaksana Tugas Hukum Tua Darunu Reflin Rumengan SH menyeret Jacobus ke ranah hukum atas tuduhan teriakan pencurian dana desa. "Dia teriak saya pencuri dana desa Rp320 juta pada 19 April lalu di Polsek tengah," kata Reflin.

Sambil menunjukan, surat kepolisian bernomor STPLP 13/V/2020, Reflin mengatakan, laporan dilayangkan karena pernyataan yang dianggap sesat dan mencemarkan nama baik.

"Saya tempuh jalur hukum, supaya persoalan ini jelas. Karena menuduh saya pencuri itu bukan sekedar teriakan, tapi memicu asumsi negatif di masyarakat. Ini menyangkut nama baik saya sebagai ASN. Tidak ada akar masalah dan buktinya apa, mendadak saya diteriaki pencuri dana desa," ujar Reflin.

Ia mengaku ada tiga saksi yang mendengar teriakan Jacobus tentang pencuri dana desa tersebut.

Mengenai laporan Reflin itu, warga Darunu menunjukan reaksi beragam. "Mantan hukum tua (Mayttee Jacobus) dulu itu baik. Entah kenapa, dalam perjalanan ia memimpin Darunu, karakter baik itu berubah. Turun pelaksana tugas, situasi makin runyam. Saling tuduh di pemerintah desa," kata salah satu warga Darunu, yang menolak namanya ditulis, Selasa siang.

”Kami sulit mengerti apa maunya mantan hukum tua itu. Kadang bikin gaduh dengan informasi yang kabur. Padahal dia itu ASN," singgung salah satu personil aparat desa yang juga menolak namanya ditulis. 

"Supaya jelas, proses hukum saja. Dari dulu ribut terus. Tidak pernah tenang. ASN bukannya ciptakan situasi aman saat pandemi, malah bikin isu, ribut, saling ancam. Warga yang dirugikan," singgung Emy, warga Darunu.

Diketahui, laporan Rumengan terhadap Jacobus di Polsek Wori, sudah diterima Brigadir Okto Tanga. 

Sementara itu, mantan Hukum Tua Darunu Mayttee Jacobus sebagai terlapor, dikabarkan sudah dimutasi ke Kecamatan Kauditan, Minut. (***)