Polda Sulut Diduga 'Tutup Mata' Soal Tambang Ilegal BDL -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Polda Sulut Diduga 'Tutup Mata' Soal Tambang Ilegal BDL

editor: hut_kamrin
Rabu, 27 Mei 2020

Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Jules Abraham Abast. Foto: Istimewa

Manado, KOMENTAR.ID -- 
Kinerja Polda Sulut yang sebelumnya ngotot menutup sejumlah tambang ilegal disorot. Pasalnya, Polda terkesan membiarkan aktifitas penambangan yang melibatkan PT Bulawan Daya Lestari (BDL) di Desa Mopait, Kecamatan Lolayan, Bolmong. Informasi diterima wartawan, ijin usaha BDL sudah kadaluarsa. "Mereka (BDL) tetap beroperasi tapi di lain tempat sudah tutup," ujar salah satu penambang di Bolmong, Selasa (26/5/2020).

Tambang ini mengungkap nama Jimmy Ingkiriwang dan Yance Tanesia. Keduanya diduga pihak yang bertanggung jawab atas aktifitas illegal mining tersebut.

Operasi tambang illegal PT BDL sudah tidak memiliki izin pengusahaan tambang dari Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Utara. Usaha perpanjangan masih tarik ulur karena protes yang dilayangkan Yance.

“Ijin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) sudah berakhir tanggal 10 Maret 2019,” kata Sam Mokodongan, warga Lolayan.
Di lokasi penambangan itu, terdapat tiga unit alat berat ekskavator sedang mengeruk material tambang emas. Truk besar berlogo konsorsium PT Hutama Karya (HK) dan perusahaan lalu-lalang mengangkut material, untuk dibawa ke kolam pemrosesan mineral emas.

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, pihaknya akan menutup aktifitas. "Kalau ilegal kami akan tutup. Tapi soal perizinan itu urusan dinas terkait di pemerintahan," tegas Abast. (*)