Pemkab Boltim Rekonsiliasi Data Menjelang Realisasi Bantuan Tahap 2 -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Pemkab Boltim Rekonsiliasi Data Menjelang Realisasi Bantuan Tahap 2

editor: hut_kamrin
Kamis, 28 Mei 2020

Bupati Sehan Landjar SH (tiga dari kiri) memimpin rapat koordinasi Pemkab Boltim, Kamis (28/5/2020). Foto: Dax Timpal/KOMENTAR.ID
Tutuyan, KOMENTAR.ID -- 
Usai menyalurkan beragam bantuan tahap pertama, Pemkab Bolmong Timur langsung merekonsiliasi database penerima. Pemkab ingin memastikan database yang akan dipakai sebagai rujukan jumlah penerima bantuan di tahap kedua tidak meleset dan tepat sasar.

Bupati Boltim Sehan Landjar SH menggelar rapat koordinasi (rakor) bersama seluruh kepala desa, Kamis (28/5/2020). Rapat yang difasilitasi Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Boltim, digelar di pendopo Bapeda Boltim. Hadir dalam rakor dimaksud, Wakil Bupati Rusdi Gumalangit dan Sekda Boltim Dr Ir Sony Waroka PhD.
Rapat koordinasi Pemkab Boltim, Kamis (28/5/2020). Foto: Dax Timpal/KOMENTAR.ID
Rakor ini bertujuan mematangkan  persiapan penyaluran hak rakyat tahap dua nanti. Paket bantuan yang dimaksud yaitu BLT Dana Desa, Jaminan Hari  Tua (JHT) Desa, JHT Kementerian Sosial, JHT Pemerintahan Desa, Bantuan Sosial Tunai (BST) Kementerian Sosial serta PKH Kementerian Sosial.

Sehan mengatakan, rakor tersebut menciptakan penyelaraskan persepsi, sinkronisasi dan integrasi data dari masing-masing desa.

“Kita harus fokus dalam penanggulangan wabah corona di tengah masyarakat, “ ujar   Sehan.

Bupati mengatakan, wabah corona ini diperkirakan akan berkepanjangan, sehingga untuk menghadapi masalah ini harus  menciptakan ketahanan pangan di masyarakat. Bupati dua periode ini menghimbau masyarakat supaya menanam ubi, pisang dan tanaman lainnya. 

Dia berharap kepala desa dapat menjadi agen perubahan dan garda terdepan  dalam pemberantasan Covid-19.
Sehan juga menegaskan, semua data 81 desa sudah harus rampung 2 Juni 2020.
Sehingga bantuan Tahap 2 tidak terlambat.

Sementara Uyun Kusnaefi Pangalima menjelaskan, maksud dilakukannya ini agar kedepan tidak terjadi tumpang tindih baik pemberi maupun penerima. (Dax Timpal)