MENDONGENG SEBAGAI MEDIA PENANAMAN KARAKTER BERBASIS KEARIFAN LOKALNi -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

MENDONGENG SEBAGAI MEDIA PENANAMAN KARAKTER BERBASIS KEARIFAN LOKALNi

editor: hut_kamrin
Minggu, 31 Mei 2020

Ni Putu Candra Prasetya Dewi, M.Pd, Penulis. Foto: Istimewa

Perkembangan teknologi merupakan topik yang sedang hangat dibicarakan. Perkembangan teknologi memberikan segala kemudahan dalam kehidupan. Mulai dari anak-anak hingga dewasa sudah terbiasa dengan kecanggihan teknologi. Namun, perlu diketahui perkembangan teknologi juga perlu perlu diwaspadai terutama pada perkembangan anak. Perkembangan teknologi akan berdampak negatif pada anak apabila orang tua tidak memberikan batasan kepada anak. Dampak negatifnya dapat berupa konsumsi konten ilegal, cyber bullying, radiasi dalam gadget yang dapat merusak otak dan jaringan syaraf apabila berlebihan, kesehatan mata, dan yang paling fatal adalah anak lebih tertarik pada konten yang berasal dari budaya asing dibandingkan budaya lokal. Kecanggihan teknologi tidak jarang menyebabkan anak menjadi melupakan budaya lokal yang seharusnya perlu dipelajari anak sebagai bentuk penanaman karakter anak. Hal inilah yang menyebabkan lambat laun kelestarian budaya lokal menjadi luntur dan terkikis oleh zaman.

Orang tua perlu mengarahkan agar anak tidak menjadi korban dari perkembangan teknologi yang begitu pesat. Sebagai orang tua juga harus memilah konten positif yang tepat untuk perkembangan anak. Hal yang paling tepat dilakukan orang tua untuk perkembangan anak yang lebih baik adalah dengan mendongeng sebelum tidur. Dongeng yang perlu dipilih orang tua dapat berupa cerita daerah yang menanamkan nilai karakter dan budaya lokal pada anak. Beberapa cerita daerah yang dapat digunakan orang tua untuk mendongeng adalah Si Kancil, Bawang Merah Bawang Putih, Malin Kundang, Sangkuriang, Timun Mas, Danau Batur, Asal Mula Selat Bali, Danau Toba, Legenda Candi Prambanan, dan masih banyak lagi cerita yang mengandung nilai moral yang dapat digunakan untuk mendongeng pada anak. Orang tua dapat membelikan buku cerita bergambar pada anak sebagai bahan untuk mendongeng, agar anak lebih tertarik mendengarkan cerita dan melihat karakter yang terdapat pada cerita. 

Mendongeng memiliki banyak manfaat bagi perkembangan anak. Adapun manfaat mendongeng bagi anak yaitu anak menjadi lebih kritis dan cerdas serta dapat memilah perbuatan yang patut ditiru dan yang tidak. Selain itu mendongeng berpengaruh pada perkembangan sosial dan emosional anak. Hal ini dapat dilihat dari nilai moral yang terdapat pada dongeng. Biasanya anak akan dapat melihat nilai moral melalui karakter yang terdapat dalam dongeng. Mendongeng juga dapat mengembangkan daya imajinasi anak. Anak dapat berpikir kreatif untuk mengatasi masalah yang dihadapi. Hal ini juga dapat mengembangkan keterampilan berbahasa anak, karena anak dapat belajar berbahasa melalui dongeng yang ia dengar. Ketika anak dibacakan dongeng, akan menstimulasi anak untuk bertanya dan berpendapat terkait dongeng yang dibacakan. Selain itu, dengan mendongeng dapat merangsang minat baca anak.
Anak akan tertarik dan penasaran sehingga rasa ingin tahu mereka tinggi. Hal inilah yang menunjukkan tingkat minat baca anak semakin meningkat. Apabila kegiatan mendongeng ini dibiasakan, maka akan tertanam karakter gemar membaca pada anak hingga ia dewasa. Begitu juga karakter lainnya yang dapat ia pelajari dari cerita yang terdapat pada dongeng tersebut. Nilai karakter tersebut akan terbawa pada anak hingga ia dewasa nanti. Anak akan terbiasa memilah perbuatan yang perlu dilakukan dan yang harus dihindari agar sesuai dengan norma yang berlaku.

Jadi dengan mendongeng pada anak, akan menjadi media dalam menanamkan karakter berbasis kearifan lokal pada anak sehingga dapat dijadikan senjata untuk menghadapi dampak negatif dari arus globalisasi. (*)

Penulis: Dosen PGSD STAHN Mpu Kuturan Singaraja, Bali- Komunitas Art & Culture