MELESTARIKAN KESENIAN DAERAH DI ERA MILENIAL -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

MELESTARIKAN KESENIAN DAERAH DI ERA MILENIAL

editor: hut_kamrin
Jumat, 29 Mei 2020

Marga Tri Santika, Penulis.
Melestarikan dan mengembangkan kesenian daerah merupakan hal yang sangat penting bagi kita, karena kesenian daerah merupakan bagian dari kehidupan masyarakat. Perlu kita ketahui banyak kesenian daerah yang ada di Indonesia, dan di setiap daerah-daerah tersebut pastinya berbeda-beda keseniannya, begitu juga memiliki unsur-unsur dan keunikannya tersendiri. 
Kita sebagai warga negara Indonesia pasti bangga akan hal tesebut, nah pertanyaannya apakah kita sudah melestarikannya dan mengembangkan dari kesenian daerah itu sendiri? Mungkin pertanyaan tersebut adalah hal yang sangat umum untuk kita dengar, maka dari itu pentingnya dalam melestarikan dan mengembangkannya.  
Kesenian daerah adalah hal yang sangat muntlak untuk kita jaga dan di lestarikan   agar tidak terpengaruh akan budaya dari luar. Ada banyak cara untuk kita melestarikan dan mengembangkan kesenian daerah itu sendiri, yaitu yang pertama dengan cara mengenal dari berbagai kesenian daerah  yang ada di Indonesia. Seperti  misalnya kita mengenal tarian daerah, seni lukis daerah, lagu daaerah, ataupun juga musik daerah. 

Berbagai cara sederhana kita bisa melestarikan dan mengembangkannya, dan salah satunya adalah dengan tekat, kemauan yang tinggi, tidak merasa malu akan budaya. Di masa era milenial ini teknologi mulai berkembang sangat pesat, dari hal tersebut dengan berkembangnya teknologi yang sangat pesat ini  kita juga tidak boleh melupakan dari kesenian daerah.
Peran pemuda di era milenial ini sangatlah penting sekali untuk melestarikan kesenian daerah. Dan bagaimana carannya agar  pemuda  bisa tertarik pada kesenian daerah? Tentunya hal tersebut harus ada beberapa tahap-tahap agar pemuda bisa tertarik pada kesenian daerah. Dengan berkembangnnya teknologi yang sangat pesat ini maka otomatis seni modern akan semakin berkembang,  dalam hal tersebut alangkah baiknya bisa di kolaborasi antara kesenian daerah dan modern itu sendiri. Tetapi tidak mengurangi dari rasa atau ciri khas dari kesenian daerah tersebut. 

Demikian juga, para pemuda akan tertarik bilamana ada kolaborasi antara teknlogi modern dan kesenian daerah, di sisi lain menggunakan teknologi modern dan di imbangi dengan kesenian daerah merupakan hal yang sangat baru atau bisa di katakan berkreatif akan budaya. Dari segi tersebut bisa di bilang untuk mengatasi dampak globalisasi pada saat ini, yaitu yang berkecenderungan masyarakat yang serba praktis dan begitu juga bisa mengatasi dampak negatif pada masyarakat. Untuk itu dengan berkreasi lewat seni daerah, dan di imbangi teknologi yang modern ini membuat kita lebih bersemangat untuk melestarikannya kesenian daerah
Era milenial ini, khususnya kita sebagai pemuda harus bersemangat dan pantang menyerah dalam melestarikan kesenian daerah. Tujuan yang akan di dapat dalam melestarikan kesenian daerah ini adalah di antaranya, kita menjadi tahu akan budaya yang ada di Indonesia ini, menjaga identitas negara Indonesia dan bisa menjujung tinggi budaya Indonesia, menjadi daya tarik wisata dan begitu juga semakin berkembang budaya Indonesia yang semakin baik. 

Mungkin dari kita pernah berpikiran, kesenian daerah itu apa bagi kita di era milenial ini ? dari pertanyaan tersebut ada yang berpikiran seperti itu?  Bisa kita definisikan bahwa kesenian daerah adalah identitas daerah yang  memiliki beberapaa unsur yaitu, cipta rasa, media ekspresi dan talenta yang di dapatkan atau di ciptakan oleh masyarakat. Maka dari itu peran pemuda di era milenial ini harus bisa melestarikan dan bangga akan kesenian daerah yang ada di Indonesia.

Jadi kesimpulan yang di dapatkan adalah, pada era milenial ini kita harus melestarikan dan tidak lupa akan budaya yang ada di Indonesia. Dengan berkembangnya teknologi yang sangat pesat ini kita harus pandai atau bijak dalam mengembangkannya. Yaitu dengan salah satu cara mengkolaborasikan antara teknologi pada saat ini dan kesenian daerah, agar pemuda bisa tertarik dan mengembangkannya yang lebih baik lagi. (*)

Penulis : Mahasiswa STAHN Mpu Kuturan Singaraja Bali, Anggota Komunitas Penulis Art & Culture