Komisi IV Dorong Kebutuhan Dasar 2047 Rumah Relokasi Banjir -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Komisi IV Dorong Kebutuhan Dasar 2047 Rumah Relokasi Banjir

editor: rolly_sondakh
Kamis, 28 Mei 2020

Pembahasan Komisi IV DPRD Manado bersama BNPB. (File KID)


Manado, KOMENTAR.ID


Komisi IV DPRD Kota Manado menggelar pembahasan bersama mitra kerja, dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah BD) Kota Manado Kamis (28/05/2020).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Ketua Komisi Lilly Walandha SE,MBA dan didampingi Wakil Ketua Yanti Kumendong, anggota Franseska Kolanus dan Sonny Lela.

Komisi sendiri mempertanyakan kelanjutan dari nasib 2047 unit yang sampai saat ini belum ada fasilitas layak untuk ditempati. Dikatakan Walandha, seperti yang dijelaskan pihak BNPB, soal jangka waktu bantuan dari pemerintah pusat untuk 2047 masyarakat yang direlokasi akibat banjir bandang 2014 silam.

"Bantuan untuk warga relokasi banjir dananya dari pusat, dan BNPB memberikan jangka waktu tiga tahun hingga 2017. Untuk itu sekarang ini lokasi itu dianggap sudah bisa mandiri. Karena dana dari pusat sudah tidak ada lagi. Jadi pembenahanbaik dari sisi infrastruktur dan fasilitas lainnya dari APBD Kota Manado," kata Walandha saat diwawancarai usai kegiatan di ruang Komisi IV DPRD Manado.

Walandha menambahkan, rencana untuk melengkapi fasilitas dan materi penunjang bagi masyarakat yang menempati tempat tersebut masih terkendala dengan status Covid-19. Menurutnya, kelanjutan itu akan dimaksimalkan ketika masa darurat Pandemi berakhir. 

"Kita tahu bersama masa sulit ini semua anggaran terserap, tapi setelah itu akan dilihat mana yang bisa dilengkapi. Agar supaya masyarakat disana bisa nyaman untuk tinggal," tutur Mantan Atlet Bola Basket era 80an itu.

Meski begitu, Walandha mengimbau agar masyarakat relokasi banjir untuk tetap mengikuti aturan yang ada. "Diharapkan masyarakat juga taat dengan aturan seperti, tidak boleh di jual belikan dan disewakan supaya tidak ditarik kembali oleh pemerintah," pungkas srikandi blasteran Tiong Hoa itu.

***