Kemampuan Fiskal RI dalam Posisi Genting, Bupati Boltim: Jangan Saling Menyalahkan! -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Kemampuan Fiskal RI dalam Posisi Genting, Bupati Boltim: Jangan Saling Menyalahkan!

editor: hut_kamrin
Senin, 18 Mei 2020

Sehan Salim Landjar, Bupati Boltim. Foto: Istimewa
Manado, KOMENTAR.ID --
Pandemi global Coronavirus 2019 (Covid-19) menyita keuangan negara. Bupati Bolmong Timur (Boltim) Sehan Salim Landjar mengatakan, bencana Covid-19 mengoyakan perekonomian nasional. Dalam sebuah postingan di grup WhatsApp Boltim, Sehan menerangkan, Indonesia tengah dilanda krisis keuangan.

Itulah sebabnya menurut Sehan, Kementerian Keuangan RI dan Kementerian Dalam Negeri RI melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) meminta pemerintah daerah memangkas asumsi pendapatan dana transfer sebanyak 50 persen. Ini di mata Sehan, menjadi bukti bahwa Indonesia dilanda krisis keuangan yang sangat dasyat. Kemampuan fiskal negara dalam posisi genting.

Menanggapi fenomena guncangan ekonomi, Sehan meminta semua elemen bangsa, baik pemerintah maupun masyarakat agar tidak saling menyalahkan. Berikut nukilan Sehan yang beredar di grup WhatsApp:

Ass ww, Saudaraku semua, Covid19 atau Corona adalah musuh seruh anak Bangsa, Corona tdk hanya membunuh banyak orang, tapi lebih dari itu, dimana Virus Corona dapat mencabik cabik keutuhan NKRI, kita semua harus sadari bahwa meluasnya virus corona telah mengoyak perekonomian Indonesia, sekarang ini Indonesia dilanda oleh krisis keuangan yang sangat dahsyat, baik Pemerintah dan rakyat keduanya dlm keadaan kekurangan kemampuan ekonomi, buktinya Mentri Keuangan dan MenDagri dalam surat keputusan bersama meminta agar PemDa Prov , Kabupaten dan Kota seluruh Indonesia untuk memangkas asumsi pendapatan dari dana transfer sebanyak 50%, ini membuktikan bahwa Viskal/kemampuan keuangan Negara dalam terancam. 

Hal ini tidak terjadi dimasa krisis Moneter 1999, pada saat itu  Negara yang keteteran akibat adanya oknum  segilintir pengusaha yang meminjam uang sebagai dana talangan mereka, kemudian mereka lari keluar negeri dan tidak dapat mempertanggungjawabkan, namun saat itu Rakyat Indonesia terutama di kawasan Timur semua memiliki kemampuan ekonomi yang kuat akibat harga Kopra dan cengkeh naik hingga beberapa x lipat ,serta hampir semua bahan pokok termasuk minyak (BBM) dan Detergen diborong oleh pengusaha Philipin dengan harga yang fantastis ( sangat tinggi), sehingga masyarakat tidak terpengaruh dengan krisis Moneter pada saat itu, namun untik saad ini Negara dan masyarakat samasama tidak punya kemampuan keuangan. 

Untuk itu saya harap saat ini jangan lagi kita saling menyalahkan dan mencari kelemahan satu dan lainnya, saat ini Negara menanti perjuangan kita semua, saat ini Negara kita harus diselamatkan dari ancaman masalah yang lebih berat yaitu masalah sosial, jangan sampai rakyat terjepit dengan kebutuhan ekonomi, karena manusia adalah bahagian dari spesis, namun dipakaikan akal Oleh Allah SWT, namun jika manusia terhimpit oleh urusan perut, maka manusia akan menjadi pemangsa seperti hewan lainnya, membunuh, merampok hanya untuk mempertahankan hidup. 

Marilah kita semua adalah Patriot Bangsa, kita semua adalah penjaga kedaulatan Bangsa, mari kita sadari bahwa yang kita lakukan bukan hanya menghindarkan jangan banyak orang yang mati, tapi lebih dari itu, bahwa kita semua harus berjuang dengan segala upaya untuk memutus matarantai penyebaran virus Corona demi Indonesia yang kita cintai.

Saat ini Bukan saatnya lagi kita bertanya apa yang akan diberikan Negara pada kita, tapi tanyakan apa yang kita bisa berikan pada Negara yang kita cintai. Jika kita menyadari maka tentu kita semua akan menjadi para Pahlawan Bangsa dalam mempertahankan Indonesia yang kita cintai. 

Jangan biarkan hanya menjadi tanggungjawab Presiden, para Mentri, Gubernur, Bupati dan Walikota, mereka tidak akan mampu untuk mempertahankan Kedaulatan Bangsa tanpa dukungan semua anak Negeri untuk rela berkorban baik moril dan materil, dan meningkatkan kedisiplinan dalam aktifitas sehari hari baik sekarang dan sampai beberapa bulan kedepan. Jika kita mampu untuk melakukan hal ini maka Bangsa ini (Indonesia) akan keluar dan luput dari kesulitan dan pasti akan berjaya kembali. SEMOGA. 
Salam: Anak Bangsa Di Pojok Negeri: SEHAN SALIM LANDJAR SH. Bupati Bolaang Mongodow Timur. SULUT. (Dax Daud Timpal)