Kasus Penganiayaan Warkop Corner Mengambang, Komisi I Bakal Sambangi Polresta Manado -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Kasus Penganiayaan Warkop Corner Mengambang, Komisi I Bakal Sambangi Polresta Manado

editor: rolly_sondakh
Jumat, 29 Mei 2020

Ketua Komisi I DPRD Manado Benny Parasan dan Anggota Komisi I Jeane Laluyan. (File KID)

Manado, KOMENTAR.ID

Komisi I DPRD Kota Manado Bidang Hukum dan Pemerintahan mengecam aksi penganiayaan yang terjadi di Warung Kopi (Warkop) Corner 52 Kecamatan Sario Kota Manado Jumat (22/05/2020).

Seperti diungkapkan ketua Komisi Benny Parasan SH MH D'Min Jumat (29/05/2020) usai memimpin pembahasan LKPJ 2019. Parasan sendiri meminta agar ada perhatian khusus dari pihak kepolisian yang menangani kasus tersebut.

"Kami sangat menyayangkan hal itu terjadi. Proses penanganan harus maksimal, karena hal itu merupakan jaminan keamanan bagi masyarakat. Diharapkan pihak berwajib bisa proaktif. Karena dengan kejadian yang melibatkan banyak orang, akan memberikan stigma negatif di situasi saat ini," kata Parasan.

Senada disampaikan Anggota Komisi I DPRD Manado Jeane Laluyan. Ia menegaskan bahwa kejadian tersebut bisa memengaruhi sitem keamanan di mata masyarakat. Lanjut Laluyan, pihaknya akan mengatur agenda turun lapangan guna melakukan konsultasi mengenai kejadian itu. 

"Baiknya harus secepatnya, karena pihak yang berwajib adalah wadah kepercayaan dari seluruh masyarakat. Kita akan atur waktu untuk lakukan pertemuan dengan pihak yang berkompeten, agar bisa ditindaklajuti ke arah yang lebih serius," tandas legislator yang dikenal vocal itu.

Diketahui sebelumnya melalui sambungan WhatsApp, Sabtu (23/05/2020) lalu, saksi mata Amas Mahmud menceritakan saat kejadian, enam meja di warkop itu terisi pengunjung. 

Di mana satu meja ditempati dua orang, termasuk dia dan rekan wartawan Dance Siahaya dan aktivis yang juga Ketua Laskar GSVL Calvin Castro serta dua rekan lainnya.

“Mereka datang dan langsung menganiaya semua pengunjung. Datang dengan tiga truk warna kuning. Saya berhasil lolos karena tanpa saya sadar saya sudah berada dalam kerumunan masa dan langsung lari ke seberang jalan,” ceritanya.

Aksi penganiayaan membabi-buta ini sendiri menyebabkan para pengunjung terluka. Namun yang paling parah adalah Dance Siahaya yang diketahui merupakan wartawan senior di daerah ini.

Dance menderita luka memar disekujur tubuh dan kepala. Dia dilarikan ke RS Bhayangkara Karombasan kemudian dirujuk ke IGD RSUP Kandou Malalayang.

Satu korban lainnya yang biasa dipanggil Gobs, juga menderita luka sobek dibagian pergelangan tangan diduga akibat hempasan benda tajam.

Ditemui di RSUP Kandou, korban Dance Siahaya mengaku tidak mengenal para pelaku. Motifnya apa, juga tidak diketahuinya.

Sedangkan Kasat Reskrim AKP Tommy Aruan dikonfirmasi waktu lalu menegaskan pihak Polresta Manado tengah melidik para pelaku penganiayaan di warkop tersebut. 

Namun hingga kini belum diperopeh informasi lanjut dari kepolisian terkait pengembangan insiden berdarah di Warkop Corner 52 Sario.

***