Kasus Cabul Warnai Kota Tomohon, Giliran Bocah Enam Tahun Disodomi dengan Modus Diberi "Falinggir" -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Kasus Cabul Warnai Kota Tomohon, Giliran Bocah Enam Tahun Disodomi dengan Modus Diberi "Falinggir"

editor: nox_nino
Jumat, 29 Mei 2020

Tersangka saat diamankan Tim URC Totosik saat sedang mengamati anak-anak bermain falinggir.

Tomohon, KOMENTAR.ID

Hampir sepekan ini kasus cabul mewarnai kota relijius Tomohon. Setelah kemarin, ayah kandung dan pamannya mencabuli seorang gadis berusia 16 tahun, kini giliran seorang anak enam tahun disodomi hanya karena diiming-imingi akan diberikan sebuah layangan (Falinggir).

Naasnya, tersangka kasus sodomi kali ini masih di bawah umur, yakni SP (16) warga Paslaten Tomohon Tengah, yang diamankan Tim URC Totosik Polres Tomohon, pada Jumat (29/05/2020).

Kapolres Tomohon, AKBP Bambang A Gatot SIK MH saat dikonfirmasi melalui Katim URC Totosik, Bripka Yanny Watung membenarkan kejadian tersebut.

Dijelaskan Yanny,  kronologi kejadian ini terjadi pada Rabu (27/05-2020) saat korban, Tenggo (nama samaran) sedang melihat teman-temannya bermain layang-layang tidak jauh dari rumahnya. Tiba-tiba tersangka sambil membawa layangan datang menghampiri korban dan membujuknya akan diberikan layangan, asal korban mau ikut dengan tersangka. 

"Kemudian Tersangka membawa korban menuju ke pohon bambu yang berada di samping rumah korban. Sesampainya disana, tersangka langsung membuka celananya sendiri dan langsung duduk. Kemudian tersangka membuka celana korban dan memaksa korban untuk duduk dipangkuan pelaku. Ketika Korban duduk dipangkuan tersangka, anus (maaf) korban terasa sakit karena dimasuki kemaluan tersangka," ungkap Watung.

Lanjutnya,  tidak lama kemudian tersangka menyuruh korban untuk kembalu memakai celananya, dan langsung menyuruh korban pulang.

Karena terasa sakit, korban langsung melaporkan perbuatan tersangka kepada orang tuanya. Orang tua korban kemudian menuju ke TKP guna mencari tersangka, namun tersangka sudah melarikan diri.

"Pada hari Jumat (29/05/2020) sekira jam 14.00 Wita, tersangka yang kebetulan lewat didepan rumah korban dan kebetulan korban melihatnya. Dia pun kemudian langsung melaporkan kepada neneknya, bahwa tersangka baru saja lewat didepan rumah" jelas Katim.

Ditambahkannya, nenek beserta keluarga korban yang mengetahui hal tersebut pun selanjutnya langsung menghubungi Tim URC Totosik.

"Merespon laporan tersebut, kami yang saat itu sedang mobile di wilayah Tomohon Selatan langsung meluncur ke TKP. Saat diamankan, tersangka  saat itu berada di salah satu tanah kosong sedang melihat anak-anak bermain layang-layang. Kami pun langsung mengamankan dan giring tersangka ke Mapolres Tomohon," singkatnya.

***