Ironis! Puluhan Lansia Tarabitan Didata tanpa Bantuan -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Ironis! Puluhan Lansia Tarabitan Didata tanpa Bantuan

editor: hut_kamrin
Jumat, 29 Mei 2020

Kantor Desa Tarabitan. Foto: Istimewa
Likupang, KOMENTAR.ID -- 
Pemerintah belum menurunkan bantuan untuk 80-an lansia di Desa Tarabitan, Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara selama pandemi Covid-19. Padahal, lansia menjadi kelompok yang paling rentan terkena dampak pandemi, mengingat buka lagi usia produktif dan berdaya tahan lemah. Langkah pemerintah Desa Tarabitan mengumpulkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) di desa tersebut belum menghasilkan apa-apa. Lansia malah dibuat geram karena kelompok yang lain sudah menerima bantuan lain semisal BLT Dana Desa, BST Kemensos dan sembako pemerintah desa. "Kami sudah kumpul KTP dan KK tapi bantuan belum turun. Pemdes yang kumpulkan itu," ungkap beberapa lansia Tarabitan, di Likupang Barat, Selasa (26/5/2020) siang.

Sementara itu, pada bantuan sembako untuk keluarga terdampak Covid-19, jumlah dan jenis bantuan tidak merata. Beras yang dibagikan ke keluarga berbeda takaran. "Ada yang dua kilo, ada yang tiga kilo. Bervariasi," tutur warga Jaga 1 Tarabitan. 

Begitupun keluhan janggal soal ikan kaleng. Yang lain dapat satu, ada yang terima dua dan ada juga terima tiga kaleng. "Lucunya ketika yang dapat satu kaleng mengadu, baru aparat desa mengantar lagi satu kaleng," singgung mereka.

Realisasi ini menguat dugaan ketidakberesan warga terhadap bantuan sembako. Kata warga, informasi diperoleh nilai bantuan sembako sebesar Rp200.000 untuk sekali terima. Itu dalam bentuk beras 5 kilogram, supermie 5 bungkus dan ikan kaleng. Hitung-hitung menurut warga, total anggaran per penerima Rp90.000 - Rp100.000. "Artinya ada sisa Rp100.000 per penerima," beber warga.

Mengenai ketidakberesan pengelolaan bantuan ini, Hukum Tua Desa Tarabitan Wilton Tatuil belum berhasil diminta konfirmasi. Wartawan berusaha menghubungi nomor kontaknya 0853417xxxxx keadaan tidak aktif. (*)