Ini Nama Pejabat Kejagung dan BPK yang Disebut Terima Suap Rp10 Miliar -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Ini Nama Pejabat Kejagung dan BPK yang Disebut Terima Suap Rp10 Miliar

editor: hut_kamrin
Senin, 18 Mei 2020

Ilustrasi suap perkara korupsi. Foto: Google image
Jakarta, KOMENTAR.ID --
Sidang lanjutan perkara suap dana hibah KONI pada Jumat (15/5/2020) lalu, mengungkap dugaan aliran uang ke personil BPK dan Kejagung. Asisten pribadi Menpora Imam Nahrawi, yakni Miftahul Ulum membeber di persidangan, ia pernah menggelontorkan uang senilai Rp10 miliar ke dua pejabat negara. Uang tersebut konon dipakai untuk mengamankan perkara yang menyeret Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi.

Ulum membeberkan, uang sebesar Rp3 miliar diserahkan ke personil BPK RI Achsanul Qosasi. Kemudian, Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Adi Toegarisma sebesar Rp7 miliar.

“Saya meminjamkan uang atas nama saya, mengatasnamakan Liquid bersama Lina meminjam uang untuk mencukupi uang Rp7 miliar untuk mencukupi dulu dari kebutuhan Kejaksaan Agung, terus kemudian Rp3 miliar untuk BPK,” kata Ulum dalam persidangan.

Majelis hakim, lantas meminta Ulum untuk menjelaskan secara rinci soal pengakuannya tersebut.

“Saudara saksi tolong detail, ya, sekian-sekian itu berapa? saudara tahu enggak?” ujar hakim Rosmina.

“Tau yang mulia. BPK Rp3 miliar, Kejaksaan Agungnya Rp7 miliar yang mulia,” jawab Ulum.

Kendati demikian, Ulum tak memerinci asal uang tersebut. Namun, salah satunya berasal dari KONI.

“Semua uang menyiapkan dulu. Saya membantu Lina waktu itu sekitar Rp 3-5 miliar. Lainnya diambilkan dari uang KONI,” ujar Ulum

Sementara itu, tim penasihat hukum menanyakan siapa yang dimaksud inisial AQ tersebut.‎ “Bisa disebutkan inisial AQ orang BPK yang terima Rp 3 miliar tadi?” tanya salah satu kuasa hukum.

“Achsanul Qosasih,” jawab Ulum.

“Kalau yang Kejaksaan Agung?” timpal lagi kuasa hukum.

“Adi Toegarisman,” cetus Ulum.

Ulum menyampaikan, KONI dan Kemenpora mempunyai kesepakatan untuk memberikan sejumlah uang ke BPK dan Kejaksaan Agung untuk mengatasi sejumlah panggilan ke KONI oleh Kejaksaan Agung.

“Yang menyelesaikan dari Kemenpora itu salah satu Asdep Internasional di Kejaksaan Agung yang biasa berhubungan dengan orang kejaksaan itu, lalu ada juga Yusuf atau Yunus, kalau yang ke Kejaksaan Agung juga ada Ferry Kono yang sekarang jadi Sekretaris KOI (Komite Olimpiade Indonesia),” tandas Ulum. (***)