Dua Bulan, 8.090 Karyawan Swasta di Manado Kena PHK -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Dua Bulan, 8.090 Karyawan Swasta di Manado Kena PHK

editor: komentar.id
Jumat, 15 Mei 2020

Gemerlap Kota Manado di malam hari, tanda sektor usaha dan industri berkembang pesat sebelum corona mewabah. Inzet: Kadis Naker Donald Supit dan Kadis Pariwisata Lenda Pelealu. (kolase foto: komentar.id)

Manado, KOMENTAR.ID

Pandemi Covid-19 membuat seluruh lini kehidupan menjadi ‘absurd’ tak kecuali menggoyang sektor usaha industri dan pariwisata di Kota Manado.

Informasi terkonfirmasi, imbas pandemik ini, sedikitnya ada 8.090 karyawan swasta di Kota Manado, dilaporkan kena pemutusan hubungan kerja atau PHK.

Di mana sebanyak 6.222 pekerja non pariwisata dan ekonomi kreatif, serta sisanya 1.868 adalah pekerja sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Data di kantor kami, sudah 6.222 (karyawan) yang di-PHK perusahaan. Angkanya meledak di bulan April. Data yang masuk ke kami, belum termasuk jumlah PHK yang dilaporkan ke Dinas Pariwisata,” sebut Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Manado, Donald Supit SH kepada Komentar.ID via telepon, Jumat (15/05/2020) pagi.

Donald mengatakan, data PHK yang masuk terkumpul melalui beberapa metode. Seperti pelaporan mandiri dari para karyawan, laporan yang dilaporkan langsung pihak perusahaan serta pengumpuluan data melalui jaringan online.

Dia menjelaskan, data yang masuk sebenarnya tidak secara keseluruhan menyebut karyawan swasta kena PHK imbas pandemi ini. 

Data tersebut terbagi menjadi dua yakni pekerja yang dirumahkan dan terkena pemutusan hubungan kerja atau PHK.

“Lonjakan PHK terjadi pada Maret dan April. Jadi hanya dalam waktu dua bulan, banyak karyawan yang di-PHK dan dirumahkan. Semoga situasi ini bisa cepat berlalu,” tukasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kadis Pariwisata Kota Manado Dra Neivi Lenda Pelealu MSi mengatakan, sedikitnya 1.868 pekerja pariwisata dan ekonomi kreatif di-PHK dan dirumahkan, imbas situasi Covid-19.

Para pekerja menurutnya kebanyakan dari sektor perhotelan, diving centre dan industri hiburan malam.

“Jadi khusus sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, ada sebanyak 1.868 pekerja yang di-PHK dan ada juga yang dirumahkan. Ini data terbaru yang jumlahnya terus bertambah setiap hari,” kata Lenda via WhatsApp, Jumat (15/05/2020).

Sedangkan secara nasional, Kementerian Ketenagakerjaan RI mencatat, terdapat lebih dari dua juta tenaga kerja yang terkena aksi pemutusan hubungan kerja akibat wabah virus corona atau Covid-19.

(yha/lp6/*)