Yang Lain Masih ‘Cuci Tangan’, Lima Kepala Daerah Ini Sudah ‘Action’ -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Yang Lain Masih ‘Cuci Tangan’, Lima Kepala Daerah Ini Sudah ‘Action’

editor: komentar.id
Sabtu, 11 April 2020



Manado, KOMENTAR.ID 

Perang melawan Covid-19 tidak cukup saran mengenakan masker dan semprot desinfektan. Juga tidak mempan dengan anjuran berulang-ulang soal mencuci tangan. Ada persoalan krusial yang butuh penanganan cepat yakni ancaman kelaparan. 

Kondisi ini sudah direspon beberapa bupati. Mereka dianggap tangkas memanfaatkan cela kebijakan saat bencana non-alam tengah mewabah. 

Ketika yang lain masih berkutat dengan anjuran cuci tangan, empat bupati di Sulut ini menurunkan bantuan bahan makanan tahap pertama, untuk warga yang ekonominya kena dampak Covid-19. 



Mereka sudah menyalurkan cadangan beras pemerintah (CBP) ke masyarakat. 

1. Bupati Kepulauan Talaud dr Elly Engelbert Lasut (E2L) 
Bupati Talaud dr Elly Engelbert Lasut (kemeja putih) melepas bantuan ke masyarakat melalui tim. (File Komentar.ID)

Ia menggandeng wakilnya Moktar Arunde Parapaga (MAP), menyuplai 100 ton cadangan beras pemerintah dari Bulog, untuk 12 ribu keluarga kurang mampu.

Tahap pertama, E2L-MAP sudah menyalurkan 12 ton beras ke Kecamatan Kabaruan dan Kecamatan Damau, Jumat (27/3/2020).

Sekadar informasi, total target PAD Talaud pada 2019 di sembilan SKPD sebesar Rp30.038.618.920.

2. Bupati Boltim Salim Sehan Landjar
Bupati Boltim Sehan Landjar mengecek kualitas logistik bantuan sebelum disalurkan. (Istimewa/Komentar.ID)

Mengantisipasi kemungkinan warga menderita kelaparan sebagai dampak anjuran diam di rumah, Sehan mengalokasikan anggaran Rp15 miliar. Rinciannya, Rp11,6 miliar untuk sembako. Sisanya untuk operasional.  

Dari jumlah itu, S2L mengambil Rp9,5 miliar untuk pengadaaan dan distribusi sembako berupa beras, kopi, gula, minyak goreng, telur dan ikan kaleng ke 10 ribu keluarga kurang mampu.  Sedangkan PAD Boltim 2019 berada di kisaran Rp19.449.967.796.

3. Bupati Minut Vonny Aneke Panambunan 
Bupati Minut Vonnie Panambunan mendistribusikan langsung bantuan ke masyarakat. (Istimewa/Komentar.ID)

Bantuan tahap pertama sudah berlangsung pada 29 Maret hingga 9 April 2020. Total bantuan di tahap ini, yakni 50,07 ton beras, kemudian 7000 kilogram gula pasir dan 20 ribu ikan kaleng. Itu ditujukan ke warga miskin yang tersebar di 10 kecamatan se-Minut. 

Kemudian bantuan tahap kedua, pemkab masih menunggu data penerima dari masing-masing hukum tua (kepala desa) dan lurah. “Prioritas untuk warga yang belum dapat dan benar-benar kena dampak ekonomi,” imbuh VAP. 

4. Bupati Minahasa Royke Oktavian Roring
Pemkab Minahasa mulai menyalurkan bantuan ke masyarakat atas instruksi Bupati Roy Roring. (Istimewa/Komentar.ID)

ROR sudah menurunkan bantuan ke warga sesuai arahan Mendagri Tito Karnavian memanfaatkan anggaran daerah secara cepat, tepat dan terukur. “Bantuan sudah disalurkan berupa beras. Itu sudah sesuai arahan pusat,” tutur ROR. 

Bantuan teknis berupa 5 kg beras, 20 bungkus mie instan, 1 baki telur, 1 liter minyak kelapa serta asupan Vitamin ini diserahkan kepada pemerintah kecamatan dan desa serta kelurahan. Selanjutnya disalurkan kepada warga yang terdampak Covid-19. 

Adapun warga yang menerima bansos ini,  yakni tukang ojek, kusir bendi, supir, buruh harian, keluarga PDP serta keluarga ODP serta penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Bantuan diberikan per KK, sesuai data yang telah direvisi dari sebelumnya kurang lebih 23.000 KK menjadi sebanyak 20.834 KK. 

5. Walikota Bitung Maximilian Jonas Lomban
Masyarakat di Kota Bitung juga mulai tersentuh bantuan dari pemerintah setempat. (Istimewa/Komentar.ID)

Lomban secara simbolis telah menyerahkan 17 ribu paket bantuan berupa 10 kilogram beras, 10 ikan kaleng dan satu dos mie instan kepada 6 orang perwakilan masyarakat yang terdampak penyebaran Virus Covid-19. 

Mereka yang menerima adalah warga masyarakat pekerja informal yang namanya sudah didata pemerintah Kecamatan, Kelurahan, Dinas Sosial, Dinas Perhubungan, Dinas Tenaga Kerja dan BPBD. 

Penerima bantuan ini umumnya tukang ojek, asisten rumah tangga, sopir bus/mikrolet, nakhoda perahu taksi, bas/tukang, buruh bagasi pelabuhan, lansia kurang mampu & pekerja harian lepas lainnya. 

Data ini bersifat dinamis dan diperkirakan mencapai 25 ribu paket yang akan didistribusikan ke rumah-rumah masyarakat dimulai dari Kecamatan Madidir dan Kecamatan Maesa. Lalu  dilanjutkan di 6 Kecamatan lainnya. 

Diketahui, pemerintah daerah dapat membuat kebijakan anggaran sesuai Permendagri Nomor 20 Tahun 2020 tentang Percepatan Penanganan Corona Virus Desease 2019 di Lingkungan Pemerintah Daerah, yang diperkuat dengan Surat Edaran Mendagri Nomor: 440/2622/SJ 29 Maret 2020 serta Surat Edaran Gubernur Sulut Nomor : 900/20.2291/Sekr-BKAD, 31 Maret 2020.

Dalam Permendagri dan Surat Edaran tersebut, pemerintah daerah diberikan kewenangan untuk menentukan siapa yang akan dibantu. “Dalam aturan tidak menyebutkan harus semua masyarakat yang dibantu, tetapi yang ekonominya di bawah dan terkena dampak Covid-19. Waktunya pun tidak harus bersamaan tetapi secara bertahap," jelas VAP sapaan Bupati Minut. 

***