Warga Kerja dari Rumah, Anggota Dewan Ini Transfer dari Rumah -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Warga Kerja dari Rumah, Anggota Dewan Ini Transfer dari Rumah

editor: hut_kamrin
Jumat, 17 April 2020

Robert Laoh Tambuwun, anggota DPRD Manado utusan Perindo. Foto: Dok.KOMENTAR.ID
Manado, KOMENTAR.ID --
Ada metode yang paling relevan dan menjamin keamanan warga, ketika seseorang hendak memberikan bantuan. Cara membantu dengan uang tunai yang ditransfer langsung ke nomor rekening penerima dianggap sangat relevan, ketika pemerintah menganjurkan protokol jaga jarak menghadapi ancaman Covid-19. Metode ini yang dipakai anggota DPRD Manado Robert Laoh Tambuwun.

"Saya memang membagikan sembako. Itu diantar langsung ke rumah warga. Tapi juga uang yang ditransfer ke nomor rekening penerima," tutur Robert, ketika dihubungi KOMENTAR.ID, Jumat (17/4/2020).

Hitung-hitungan kata Robert, nilai uang tunai setara lebih dari bantuan sembako. Hanya saja yang menarik dari metode transfer ini, yakni tim kerja tidak terlalu ribet urus pengadaan sembako dan penerima duduk manis di rumas.

"Ada yang menginginkan bantuan berupa uang. Misalnya untuk beli susu bayi, beli minyak goreng, nutrisi lain atau beli kebutuhan kecil lainnya. Mereka minta bantuan seperti itu, tentu lebih bagus. Kita kasih uang mereka yang menentukan sendiri jenis kebutuhan," jelas legislator Perindo itu.

Bantuan uang tunai via rekening kata Robert, lebih menyasar ke warga yang dalam kondisi terdesak dan membutuhkan intervensi finansial secepatnya. "Ada beberapa yang sangat butuh dan terdesak, saya bantu. Tujuan kita saling meringankan beban ketika negara membutuhkan semangat gotong-royong membasmi Covid-19," pesan Robert.

Sebelumnya, kritik sejumlah pihak mengenai semangat belarasa anggota dewan Manado membuat Robert gerah. Ia merasa terganggu dengan tudingan lamban, padahal Robert sudah lima kali menurunkan bantuan beruntun ke warga yang memang sangat membutuhkan sembako. Legislator dapil Sario-Malalayang itu sudah lama menggerakan timnya, mendistribusikan beras dan daging termasuk uang tunai.

"Saya sebenarnya tidak terlalu suka bantuan saya ke warga harus diobral di media sosial pun di media masa. Tapi ada dorongan untuk menjawab keraguan publik, silahkan disampaikan ke masyarakat. Yang jelas, saya dan teman-teman DPRD bekerja, kami tidak meninggalkan konstuen begitu saja saat bangsa membutuhkan sokongan semua orang," kata Robert.

Ia menekankan, aspek kegentingan dan darurat kesehatan yang membuatnya merasa tidak elok membeberkan jenis bantuan lebih detil dan kontinyu. "Rasanya kurang elok. Tapi karena publik bertanya, maka kami menjawab. Saya lima kali kirim bantuan sembako dan uang tunai sesuai data tim kerja. Dan itu tepat sasar ke penerima bantuan," singgung Robert.

Ia berharap, model bantuan yang dijalankan selama ini, tidak mengurangi rasa hormat dan terima kasih kepada warga yang intens mengawasi kinerja DPRD Manado. "Kita semua saling mengingatkan. Bantuan itu cuma simbol keberpihakan pada kaum yang susah. Paling penting bahwa ada semangat kebersamaan untuk keluar dari prahara Covid-19. Jaga diri, ikut anjuran pemerintah," pinta Robert. (***)