Tujuh Perempuan Kuat di Pusaran Covid-19 -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Tujuh Perempuan Kuat di Pusaran Covid-19

editor: hut_kamrin
Selasa, 21 April 2020

Ir Rita Dondokambey-Tamuntuan. Foto: Dok. KOMENTAR.ID

Manado, KOMENTAR.ID 

Pandemi global Covid-19 mengajarkan cinta, solidaritas, kepekaan sosial, keadilan, pengendalian diri dan kejujuran bertindak. Wabah ini menarik kaum wanita, membaca kembali goresan pena RA Kartini, lalu berefleksi dan  bertindak.

Pada Hari Kartini 21 April, redaksi KOMENTAR.ID memilih tujuh perempuan Sulut, yang dengan mandiri dan teguh tanpa goyah, bertarung melawan arus pandemi.

Mereka memilih bertahan di tengah prahara Covid-19, ketika negara membutuhkan sokongan semua elemen bangsa. Mereka perempuan kuat yang dengan optimisme dan vitalitas kerja, memberi secercah harapan saat anak bangsa belum menemukan kepastian ujung sebuah wabah virus mematikan.

1. Ir Rita Dondokambey-Tamuntuan

Menjabat sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Sulawesi Utara, Rita tidak bisa melihat aksi seorang diri sang suami Gubernur Olly Dondokambey. Rita dan kelompoknya, berjuang menyiapkan kebutuhan alat kelengkapan diri (APD) tenaga medis dan ribuan masker. Termasuk menggerakan penyemprotan desinfektan.

Tak cukup tindakan di wilayah pemerintahan, Rita dalam kapasitas sebagai ibu rumah tangga, menurunkan bantuan keluarga Dondokambey-Tamuntuan. Tercatat,   350 set APD, yang terdiri dari face shield dan waterproof protection jumpsuit. Kemudian susu steril siap minum dan 3.000 masker yang dibagikan kepada Satgas Covid-19, tenaga medis dan penjaga di Rumah Singgah Bandiklat Maumbi dan sejumlah rumah sakit di Sulut, pada Rabu (15/4/2020) silam.

Ir Rita Dondokambey-Tamuntuan. Foto: Dok.KOMENTAR.ID
Adapun rumah sakit yang menerima bantuan ini yaitu RS Siti Maryam, RS Pancaran Kasih, RS Wolter Monginsidi Teling, RS GMIM Bethesda, RS Gunung Maria, RSU GMIM Tonsea Airmadidi dan RS Hermana Lembean.

"Ibu Rita tidak saja menurunkan bantuan atas nama keluarga dan TP-PKK. Dia bergumul, berjuang bersama gubernur. Nyaris semua waktu dan tenaga didedikasikan untuk penanganan wabah Covid-19," singgung ustusan kekuarga Dondokambey-Tamuntuan Jean Sumilat.

Selain itu, Rita bersama kerabatnya menjahit masker dan membagikan APD untuk tenaga medis di rumah sakit dan rumah singgah. Aksi solidaritas ini dilakukannya untuk memutus rantai penyebaran corona di Sulut.

2. dr Devi Kartika Kandouw-Tanos.

Istri Wakil Gubernur Sulut ini memilih ikut bertugas di rumah singgah Bandiklat Maumbi. Tugasnya ikut  memeriksa kondisi kesehatan sejumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang dirawat di tempat tersebut. Sebuah keputusan tak lasim di kalangan awam, mengingat Covid-19 adalah virus mematikan.

dr Devi Kartika Kandou-Tanos. Foto: Dok.KOMENTAR.ID

“Ya, harus bergantian dengan tenaga medis lainnya untuk bertugas di rumah singgah dan saya juga sudah bertugas sejak rumah singgah beroperasi, itu wajib bertugas dua hari dalam sepekan,” kata Devi.

"Sudah tiga minggu bertugas sebagai tenaga medis di Rumah Singgah ODP, namanya juga dokter, porsi tugasnya dokter, " ujar Wakil Ketua TP PKK Sulut ini, Senin (20/4/2020).

Sejak Kemenkes membuka lowongan untuk relawan tenaga medis, ia sudah siap mendaftarkan diri untuk tugas di Jakarta.

Tak hanya di masa pandemi corona, baik Rita maupun Devi, keduanya setiap hari tak pernah meninggalkan peranan inti sebagai istri yang setia menopang tugas suami sebagai gubernur dan wakil gubernur Sulut sekaligus menjadi ibu yang merawat anak dengan kasih sayang.

3. Dr (HC) Vonnie Aneke Panambunan (VAP).

Dr (HC) Vonnie Aneke Panambunan. Foto: Dok. KOMENTAR.ID

Bupati Minahasa Utara ini nyaris tanpa henti bergerilya. Sembari mendorong kebijakan pemerintahan dalam penanganan Covid-19, VAP turun langsung ke desa-desa, tanpa peduli jika ada cibiran. Ia tak tanggung-tanggung merogoh kocek pribadi memberikan sembako termasuk uang tunai.

Tujuan VAP, dalam situasi darurat kesehatan, rakyat butuh ketangkasan intervensi pemerintah maupun elemen bangsa berupa bantuan pangan dan alat kesehatan.

4. Dr Christiany Eugenia Tetty Paruntu SE.

Dr Christiany Eugenia Tetty Paruntu. Foto: Dok. KOMENTAR.ID
Bupati Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) ini, tergolong sangat proaktif semenjak Covid-19 mulai menjalar ke tanar air. Tetty memimpin gerakan penanganan Covid-19, mulai dari penyaluran APD dan sembako.

"Mulai hari ini, beras sudah mulai disalurkan. Pemerintah desa langsung saja mendatangi gudang beras yang ada di Amurang dengan membawa kelengkapan data yang sudah dimasukan oleh setiap pemdes," tutur Tetty, di rumah dinas, Kamis (16/04/2020).

Tetty juga memastikan kebijakan anggaran penanganan Covid-19 bertambah dari Rp13 miliar menjadi Rp18 miliar.


5. Sherly Adelyn Sompotan (SAS)

Syerly Adelyn Sompotan. Foto: Dok. KOMENTAR.ID
Memegang jabatan Wakil Walikota Tomohon tidak serta-merta diikuti sokongan dana. Tanpa mengutak-atik anggaran publik, SAS turun dengan kebesaran hati. Gajinya dialokasikan untuk misi kemanusiaan bersama PMI Kota Tomohon. Pengadaan ribuan masker, 10 ribu liter desinfektan, semuanya bersumber dari kocek pribadi. Hingga suatu subuh, Minggu (19/4/2020), ia memutuskan keluar rumah dan membawa langsung bantuan alat pelengkap diri ke tenaga-tenaga medis.

“Wanita tangguh ialah wanita yang membangun kekuatan dari masalah, tumbuh kuat dengan doa dan tersenyum selama berada dalam tekanan" ujar SAS.

6. Hillary Brigitha Lasut SH LLM.

Anggota DPR RI Hillary Brigitha Lasut SH, LLM (HBL) terus melanjutkan aksi kemanusiaan di tengah ancaman paparan Corona Desease 2019 (Covid-19). Bergerak melalui HBL Foundation, sebuah organisasi nirlaba yang dibentuknya untuk misi sosial, anggota parlemen termuda itu menyebarkan ribuan masker dan hand sanitizer, Rabu (25/3/2020), di Kota Manado.

Hilllary Brigitha Lasut SH LLM. Foto: Dok. KOMENTAR.ID
Pembagian masker dan hand sanitizer berlangsung di enam titik, yakni  Zero Point Kota 45, kawasan Hotel Plaza Manado, Lapangan Sparta Tikala, Jalan Samrat Wanea, Jalan Bethesda dan di rumah-rumah kopi.

Termasuk memastikan sterilisasi rumah-rumah ibadah melalui penyemprotan desinfektan. Misi terbaru, HBL menurunkan bantuan APD untuk tenaga medis di Kepulauan Talaud. "Saya juga sedang mengawasi anggaran penanganan Covid-19 secara nasional, karena undang-undang membuka ruang imunitas bagi pemerintah," tegas HBL.

7. dr Michaela Elsiana Paruntu MARS

Penanganan percepatan penanggulangan Covid-19 dilakukan Palang Merah Indonesia Kabupaten Minahasa Selatan. Ketua PMI Minsel dr Michaela Elsiana Paruntu (MEP) hampir tanpa jedah turun membawa bantuan.

Petugas medis mendapat bantuan masker sebanyak 1000 lembar dari PMI Minsel, Selasa (14/04/2020). Bantuan pun terus bergulir untuk tenaga medis yang berada di 17 Puskesmas di Minsel.

dr Michaela Elsiana Paruntu. Foto: Dok. KOMENTAR.ID
"Hari ini PMI Minsel menyerahkan secara simbolis kepada lima perwakilan dari puskesmas yang ada di Minsel, semua pasti akan kebagian. Walaupun proses pemesanan dan pengiriman sedikit kendala tetapi kami akan terus mendatangkan alat pelindung untuk cegah virus ini," kata MEP.

MEP pun meminta kepada masyarakat bekerja sama dengan PMI untuk melakukan percepatan pencegahan wabah corona di Minsel.

Di samping PMI, MEP juga memimpin aksi Ketua Komisi Pelayanan Remaja Sinode GMIM. Misi yang sudah dibuat, yakni menyumbangkan APD di dua rumah sakit di Kota Manado.

***