Tertibkan Pedagang Takjil, Pol-PP Kena Lemparan Warga Pakai Batu Besar -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Tertibkan Pedagang Takjil, Pol-PP Kena Lemparan Warga Pakai Batu Besar

editor: hut_kamrin
28 April 2020

Penertiban pedagang takjil di Wawonasa, Manado, Selasa (28/4/2020). Foto: Steward Noho/KOMENTAR.ID
Manado, KOMENTAR.ID --
Aksi Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Manado menertibkan pedagang takjil di Lingkungan V, Kelurahan Wawonasa, Kecamatan Singkil, Manado, Selasa (28/4/2020) berlangsung gaduh. Pol PP marah karena satu anggota dilempar warga pakai batu besar.

Buntut pelemparan itu, Pol PP mengejar pelaku sampai ke lorong yang terdapat jualan takjil.

Melihat serbuan Pol PP, warga berupaya melindungi dagangan ibu-ibu.

“Saya melakukan perlawanan karena saat rombongan Pol PP menyerbu, saya menjaga ibu-ibu yang sedang berjualan takjil. Kasihan mereka banyak yang sudah tua,” kata Rional warga Wawonasa.

Menurut Rional warga merasa janggal dengan operasi Pol PP karena area jualan bukan di jalan raya, tapi di lorong, depan rumah warga. "Yang mengherankan kenapa Pol PP melarang," singgung pria itu.
Setelah ditelusuri, penyerangan Pol PP ke area jualan takjil karena ada dugaan warga melempar batu ke arah Pol PP. "Saya sudah mencoba untuk menahan dan menenangkan aparat tapi jumlah mereka begitu banyak hingga mereka dapat menerobos masuk. Saya sangat menyesali kejadian ini karena rata-rata semua penjual kebanyakan lansia," ungkap Rional.

Ia dan pedagang lainnya berharap, mereka diberi kesempatan untuk berjual takjil. Karena mereka hanya berjual takjil tiga macam. Dan jaraknya pun berjauhan serta para pedagang menggunakan masker dan tempat cuci tangan.

Sementara itu dua anggota DPRD Manado Bobby Daud, dan Syarifudin Saafa langsung turun ke lokasi kejadian dan menemui warga. "Kita akan duduk bersama dan mengusulkan ke pemkot," ujar Saafa.

"Saya sudah menghubungi walikota atas kejadian ini. Saya juga minta agar para penjual untuk melaksanakan semua sesuai protokol dengan menjaga jarak dan mencuci tangan," timpal Daud.

Kasat Pol PP Manado JB Waworuntu mengatakan, operasi itu untuk menegakan protokol kesehatan social physical distancing mencegah Covid-19.

"Kami bermaksud baik, yaitu keselamatan warga. Mencegah kerumunan orang saat membeli takjil," kata Waworuntu.

Ia menjelaskan, semula penjual takjil yang ditertibkan di depan sudah memahami dan tidak mempersoalkan. Hanya saja yang di dalam lorong  mengawali keributan dengan melempar batu besar dan mengenali Pol PP bernama Melki Mokoginta.

"Anggota kami masuk ke lorong untuk mengejar pelempar batu besar. Untuk diberikan pembinaan dan arahan hanya saja dihalangi oleh oknum warga," singgung Waworuntu.

"Ini semua kita lakukan untuk keselamatan kita bersama," tandas pakar ilmu perhubungan darat itu. (***)