Salurkan Bantuan Bergilir per Kecamatan, Dinsos Manado Dinilai Kurang Cerdas -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Salurkan Bantuan Bergilir per Kecamatan, Dinsos Manado Dinilai Kurang Cerdas

editor: Jandry Kandores
Sabtu, 25 April 2020

Semmy Watti dan Sammy Kaawoan. (Kolase Foto Komentar.ID)

Manado, KOMENTAR.ID

Pemerintah Kota Manado mulai action menyalurkan logistik bantuan untuk masyarakat yang terdampak situasi Covid-19. Namun penyaluran yang ditekel langsung Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Manado itu, dinilai lambat.

“Kalau penyaluran bantuannya dilakukan per kecamatan, kasihan kecamatan yang mendapat giliran paling terakhir. Bisa-bisa nanti bulan Mei warga di kecamatan terakhir menerima bantuan,” tegas Praktisi Hukum dan Pemerhati Pemerintahan, Semmy Watti SH, via ponsel, Sabtu (25/04/2020).

Dia menegaskan pola penyaluran seperti itu, harus diubah karena tidak menggambarkan kinerja pemerintah yang cerdas.

“Kasihan walikota dan wakil walikotanya sudah cerdas kemudian pejabat di SKPD ternyata kurang cerdas. Paling elok bantuan itu disalurkan serentak agar tidak menimbulkan kecemburuan. Kan camat-camat bisa mengambil bantuan di Youth Center kemudian didistribusikan ke masyarakat. Toh yang pegang data juga kecamatan kok,” sindir pengacara yang 2018 lalu berkantor di salah satu law firm kenamaan di Jakarta ini.

Sementara, Aktivis Kota Manado Terry Umboh juga menyayangkan mekanisme penyaluran bantuan yang dilakukan Dinsos PM Kota Manado.

Terry Umboh. (Istimewa/Facebook)

“Kalau bergiliran seperti ini, so mati dulu tu di kecamatan terakhir baru dapat bantuan. Di setiap wilayah kan ada camat, lurah dan pala. Harusnya diberdayakan. Bantuan dari pemerintah bisa didistribusikan camat dan lurah di masing-masing wilayah, bukan semua harus diurus dinas sosial,” koar Terry via WhatsApp, Sabtu (25/04/2020),

Dikonfirmasi soal ini, Kadis Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Manado Sammy Kaawoan menjelaskan, penyaluran dilakukan secara bergiliran per kecamatan untuk mengamankan administrasi pertanggung jawaban. 

“Dalam proses penyaluran ini, kami tidak mau salah dan lalai soal pertanggung jawaban. Makanya penyaluran bantuan dilakukan bergilir per kecamatan agar bisa dikawal untuk laporan pertanggung jawaban nanti,” ujar Sammy via telepon, Minggu (25/04/2020) sore.

Ia tidak menjawab ketika disentil penyaluran akan menjadi lambat bila dilakukan bergilir per kecamatan. Katanya, yang penting sudah mulai disalurkan.

“Penyaluran terus berjalan. Dan sampai saat ini sudah beberapa kelurahan di Malalayang yang terdistribusikan. Setelah di sini akan pindah ke kecamatan lain,” tukasnya.

Diketahui, paket bantuan pokok yang disalurkan berupa 10 kilogram beras, dua kilogram gula pasir, mie instan 10 bungkus, ikan tuna kaleng 10 kaleng dan kopi bubuk sebanyak tiga bungkus.

Sesuai data, jumlah penerima bantuan imbas kebijakan work from home adalah sebanyak 66.845 KK yang tersebar di 11 kecamatan di Kota Manado.

Di Kecamatan Malalayang sendiri terdata 9485 kepala keluarga (KK) yang saat ini sementara disalurkan bantuannya.

Sedangkan informasi lain menyebut, warga Kota Manado positif Covid-19 kini berjumlah 20 orang, 28 PDP dan 20 ODP.


(kid)