Puluhan ASN Pemkab Boltim dan Kontraktor ‘Koleksi’ TGR Rp 3 Miliar -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Puluhan ASN Pemkab Boltim dan Kontraktor ‘Koleksi’ TGR Rp 3 Miliar

editor: dax_dacko
Sabtu, 04 April 2020

Kantor Pemkab Boltim. Inzet: Inspektur Boltim Meike Mamahit. (Kolase Foto Komentar.ID)

Boltim, KOMENTAR.ID

Puluhan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pihak ketiga atau kontraktor terinformasi masih mengoleksi sisa hutang Tuntutan Ganti Rugi (TGR) yang harus dikembalikan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Boltim.

Dari bocoran yang diterima wartawan, sejumlah ASN yang tidak ingin dipublish, rata-rata mengaku mengoleksi puluhan juta 'hutang' TGR yang harus mereka kembalikan.

Namun ada juga pihak lain yang ngotot tidak akan mengembalikan TGR dengan alasan mereka sudah menjalankan tugas sesuai dengan prosedur dan mekanisme yang berlaku.

Tetapi beberapa waktu sebelumnya mereka dipanggil atasan untuk memberikan klarifikasi terkait melonjaknya jumlah TGR.

“Nah, kesalahannya terbanyak pada masalah SPPD yang tidak dilengkapi dengan bukti foto sebagaimana aturan yang berlaku dan itu yang diminta BPK,” sebut ASN yang mengaku sudah lebih dari 10 tahun bergabung sebagai keluarga Korpri, di Boltim, Jumat (03/04/2020).

“Kami diminta mempertanggungjawabkan SPPD yang lalu harus dilengkapi dengan bukti foto. Tetapi HP saya sudah lama rusak dan sulit diperbaiki lagi,” ujar ASN yang meminta namanya disimpan.

Kepala Inspektorat Kabupaten Boltim Dra Meike Mamahit ME ketika dimintai keterangan, tak membantah jika memang ada ASN kena TGR, tahun 2019 ke bawah.

Menurut Mamahit, sejumlah langkah persuasif sudah dilakukan termasuk mulai menyurati, bahkan mangundang klarifikasi hingga pada rapat koordinasi bahkan sidang MPTGR sudah dilakukan inspektorat.

Hal tersebut untuk menindaklanjuti rekomendasi dari BPK terkait LKPD tahun 2009 dan 2018 yang sampai kini masih menyisahkan sekira Rp 3 miliar lebih untuk TGR .

“Kendala lainnya banyak yang ingkar janji karena ada yang sudah pindah, ada yang di penjara, ada yang tidak peduli dan bahkan ada yang sudah meninggal,” ujar Mamahit.

“Meski begitu Mamahit mengungkapkan bagi ASN yang kena TGR itu hanya Rp 200 jutaan dan sebagaimana instruksi Bupati Sehan Landjar, nantinya akan dipotong pada gaji atau TKD mereka tetapi bagi kontraktor lain atau pihak ketiga agar secepatnya melunasi,” tambah Mamahit.

Menariknya meski Inspektorat Boltim sudah menempati peringkat ke 4 di Sulut dalam upaya penyusunan penyelesaian tindaklanjut, Mamahit berharap agar yang masih punya sisa TGR untuk dapat menyadari itu dan segera melunasinya sebelum urusannya menjadi lebih jauh.

***