Pemprov Sosialisasi Lahan Pekuburan Covid-19, Satu Wanita Disebut Kemasukan Roh Keberanian -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Pemprov Sosialisasi Lahan Pekuburan Covid-19, Satu Wanita Disebut Kemasukan Roh Keberanian

editor: hut_kamrin
28 April 2020

Wanita yang disebut kemasukan roh dalam unjuk rasa penolakan lahan pekuburan Covid-19. Foto: Istimewa
Manado, KOMENTAR.ID --
Aksi penolakan warga terhadap rencana Pemprov Sulut memakamkan pasien Covid-19 di Kecamatan Wori, Minahasa Utara menampilkan fenomena tidak lasim. Satu perempuan mencak-mencak di tengan aksi ratusan warga yang berdiri sambil menyanyikan lagu rohani, Selasa (28/4/2020). "Ngoni kira kita nda lia (Kamu kira saya tidak lihat)," teriak perempuan itu sambil berontak di rangkulan aparat.

Beberapa warga yang lain meyakini wanita itu tidak dalam kondisi normal. Mereka mencurigai, wanita yang disapa Vony kemasukan roh lain. "So bukan dia itu. Dia so berani. So bukan Vony itu," singgung ibu-ibu yang menyaksikan aksi wanita tersebut.

"Itu kemasukan roh keberanian. Dia tidak takut," kata pria dewasa di ruas jalan yang memerhatikan aksi penolakan warga.

Ibu yang lain memanggil Vony pulang. "Sudah sudah mari jo Von. Bapa so dengar torang pe keluhan. Kasihan so kemasukan itu. So bukan dia itu," ujar seorang ibu.

Ratusan warga Kecamatan Wori, menolak rencana pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, yang menyiapkan lahan pekuburan bagi pasien Covid-19. Pantauan KOMENTAR.ID warga bernyanyi sambil melambaikan tangan menyatakan penolakan lokasi pekuburan sekira 5 hektar. "Tolak, tolak, kami menolak," teriak ratusan warga, sekira pukul 11.26 WITA.

Di sela-sela penolakan itu, warga mengeritik prioritas kebijakan Pemprov Sulut yang menurut mereka tidak pas. "Salam pa Olly Dondokambey (Gubernur Sulut). Bukannya urus perut tapi urus kubur," teriak warga sambil memegang perut.

Tampak dalam sosialisasi itu, Edison Humiang, perwakilan Pemprov Sulut. (***)