Pemkab Minut Salurkan 50 Ton Beras Plus Gula dan Ikan Kaleng -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Pemkab Minut Salurkan 50 Ton Beras Plus Gula dan Ikan Kaleng

editor: komentar.id
Sabtu, 11 April 2020

Bupati Minahasa Utara Vonnie Anneke Panambunan saat memberi bantuan ke keluarga pra sejahtera di Minut. (Istimewa/Komentar.ID)

Airmadidi, KOMENTAR.ID 

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Utara (Minut) menurunkan bantuan makanan ke warga yang kena dampak ekonomi akibat penerapan protokol kesehatan diam di rumah. 

Bantuan berupa beras, gula dan ikan kaleng disalurkan Dinas Pangan Minut berdasarkan data yang disampaikan pemerintah desa dan kelurahan. 

Kepala Dinas Pangan Minut Ir Johana Manua merinci, bantuan tahap pertama sudah berlangsung pada 29 Maret hingga 9 April 2020. 

Total bantuan di tahap ini, yakni 50,07 ton beras, kemudian 7000 kilogram gula pasir dan 20 ribu ikan kaleng. Itu ditujukan ke warga miskin yang tersebar di 10 kecamatan se-Minut. 

“Penyaluran bantuan berdasarkan data riil. Warga yang kena dampak ekonomi dari protokol Covid-19 dan yang memang kurang mampu. Dinas Pangan ikut mengawasi bantuan itu,” tegas Manua, didampingi Sekretaris Dinas Pangan Agustin Tiwow SIP, Sabtu (11/4/2020), di Airmadidi. 

Ia menambahkan, masyarakat di daerah kepulauan mendapat porsi bantuan lebih banyak, mengingat akses ke daratan yang cukup sulit. 

Secara teknis lanjut Manua, penyaluran bantuan melalui pemerintah kecamatan dan desa/kelurahan didampingi Dinas Pangan. 

Kemudian bantuan tahap kedua, pemkab masih menunggu data penerima dari masing-masing hukum tua (kepala desa) dan lurah. 

“Prioritas untuk warga yang belum dapat dan benar-benar kena dampak ekonomi,” imbuh Manua. 

Terpisah, Bupati Minut Dr (HC) Vonnie Anneke Panambunan STh mengatakan, pemkab memberikan bantuan berdasarkan Permendagri Nomor 20 Tahun 2020 tentang Percepatan Penanganan Corona Virus Desease 2019 di Lingkungan Pemerintah Daerah, yang diperkuat dengan Surat Edaran Mendagri Nomor: 440/2622/SJ 29 Maret 2020 serta Surat Edaran Gubernur Sulut Nomor : 900/20.2291/Sekr-BKAD, 31 Maret 2020.

"Dalam Permendagri dan Surat Edaran tersebut, pemerindah daerah diberikan kewenangan untuk menentukan siapa yang akan dibantu. Dalam aturan tidak menyebutkan harus semua masyarakat yang dibantu, tetapi yang ekonominya di bawah dan terkena dampak Covid - 19. Waktunya pun tidak harus bersamaan tetapi secara bertahap," jelas VAP sapaan Vonny Panambunan.

Ia menambahkan, kepala daerah juga diintruksikan agar mempersiapkan semua kebutuhan akibat Covid - 19. 

"Jadi kami juga harus memiliki strategi, bagaimana pemberian bantuan ini hingga bisa mengatasi dampak Covid-19. Karena Mendagri meminta prediksi kebutuhan sampai Oktober 2020 nanti. Jadi bantuan ini akan disalurkan secara bertahap, sesuai keadaan dan kebutuhan masyarakat Minut," jelas VAP. 

Sesuai anjuran pemerintah pusat, kata VAP, kepala daerah harus mampu memanfaatkan anggaran yang ada dengan cepat, tepat dan strategis, agar dampak Covid - 19 bisa diminimalisir. Bupati meminta warga Minut tetap sabar dan tidak panik. 

"Wabah ini selain sulit diprediksi kapan akan berakhir, dampaknya ke masyarakat juga sulit diprediksi. Jadi mari kita sabar, tegar sambil berdoa memohon pertolongan Tuhan, agar mengakhiri pandemi Covid-19,” pesan VAP. 

***