PDP 45 Tahun Asal Boltim Dirujuk ke RSUP Kandou Malalayang -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

PDP 45 Tahun Asal Boltim Dirujuk ke RSUP Kandou Malalayang

editor: dax_dacko
29 April 2020

Ilustrasi foto rujukan pasien ke rumah sakit. (Istimewa/Komentar.ID)

Boltim, KOMENTAR.ID

Seorang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) asal Kabupaten Bolaang Mongondow Timur terinformasi telah dirujuk ke Rumah Sakit Prof Kandou Malalayang, Kota Manado, Rabu (30/04/2020).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Eko Rujadi Marsidi SKM ME membenarkan informasi.

Marsidi menjelaskan, berdasarkan laporan yang masuk, pasien dengan inisial NP (45) jenis kelamin perempuan, sebelumnya memang melakukan perawatan jalan di salah satu rumah sakit di Manado.

"Lagi rawat jalan karena ada sakit lain lagi, tetapi pasien masuk dalam daftar PDP. Jadi yang menetapkan adalah pihak RS Kandou. Pasien masuk dengan penyakit pneumonia dan hipertensi, karena pasien juga sering cuci darah,” sebut Marsidi.

Yang mengkhawatirkan, lanjutnya, pasien  tersebut sudah melakukan interaksi dengan penduduk sekitar di Boltim.

Di mana PDP itu sudah melakukan kontak erat dengan dua orang dan kontak ringan dengan dua orang lainnya. “Kita berharap hasilnya nanti negatif,” sebut Marsidi.

Di satu sisi Marsidi berharap masyarakat Boltim tidak panik, melainkan terus menjaga kesehatan, kebersihan dan banyak berdoa agar terhindar dari hemparan Covid-19.

"Saya harap hasil swab test dari Makasar nantinya negatif,” harapnya lagi.

Mantan Kabag Humas Pemkab Gorontalo dan Pemkab Boltim ini iuga menjelaskan,  saat ini jumlah ODP di Boltim grafiknya menurun dari 106 orang menjadi 17 orang.

Sementara itu orang nomor satu di Kabupaten Boltim, Sehan Landjar mengimbau agar warga tidak panik namun tetap waspada.

Apalagi mengingat riwayat perjalan PDP yang dirujuk ke Manado, baru seminggu terakhir berada di Tutuyan, Kabupaten Boltim.

“PDP itu datang pada tanggal 23 (April) lalu di Boltim dan memiliki kontak fisik sudah cukup banyak atau lebih dari 10 orang termasuk suami dan anak anaknya. Dan sampai saat ini masih menunggu hasil swab test dari Makasar. Insyah Allah mudah mudahan hasilnya bisa negatif. Jangan mengucilkan si pasien atau keluarganya,” harap Landjar.

Semantara itu Ketua DPRD Boltim Fuad Landjar SH juga memberi imbauan agar pemkab Lebih memperketat akses keluar masuk wilayah perbatasan.

Karena berdasarkan pengamatan dan laporan, hilir mudik kendaraan masih saja berlangsung keluar masuk Wilayah Boltim, tak kecuali taksi gelap.

***