Model Kebijakan Pasar Tareran Bikin Gagal Social Distancing -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Model Kebijakan Pasar Tareran Bikin Gagal Social Distancing

editor: hut_kamrin
Rabu, 01 April 2020

Suasana pasar Tareran, Minahasa Selatan. Foto: Roger/KOMENTAR.ID

Amurang, KOMENTAR.ID —
Manajemen PD Cita Waya Esa diminta menarik kembali kebijakan operasi pasar sekali dalam seminggu di Pasar Tareran. Keluhan itu disampaikan tokoh masyarakat Tareran Johny Tambun kepada KOMENTAR.ID, Rabu (01-04-2020) di Desa Wiau Lapi Barat.

Menurutnya, operasi pasar sekali dalam sepekan tidak efektif. “Pedagang dan pembeli berdesakan. Social distancing tidak jalan. Malah warga membludak. Bagaimana mau cegah Covid-19 kalau keadaan begitu,” tutur dia.

Ia mengusul, operasi pasar Tareran dikembalikan seperti semula, tapi diatur jam buka tutup. “Opsi kedua pasar yang biasanya tiga kali, dibuat dua kali saja dalam seminggu," saran Tambun.

Warga juga berharap, pemerintah menggelar operasi harga bahan pokok (bapok) agar tidak ada pihak yang mengambil kesempatan dalam tragedi Corona.

"Dinas perdagangan harus turun lapangan melihat situasi pasar saat ini, dampak kenaikan sudah mulai  merambah setiap pasar. Operasi bapok harus dilakukan, demi menjaga stabilitas harga bapok," ungkap dia.

Sementara Direktur PD CWE Jack Wauran ST mengatakan, akan segera meninjau kembali kebijakan pasar. “Kita pelajari usulan warga dan mudah-mudahan ada solusi bersama pekan ini,” kata Wauran.

Terpisah Kepala Dinas Perdagangan Minsel Adrian Sumuweng menanggapi usulan masyarakat.

“Kami juga sudah membahas nanti akan ada tim pengendali harga bapok. Tugasnya untuk memantau harga-harga tidak boleh melebihi  harga eceran tertinggi HET," ujar Sumuweng.(Roger)