Misi PMI tanpa Dana Pemerintah, SAS: Kan Ada Gaji Wakil Walikota -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Misi PMI tanpa Dana Pemerintah, SAS: Kan Ada Gaji Wakil Walikota

editor: hut_kamrin
Rabu, 01 April 2020

Syerly Adelyn Sompotan, Ketua PMI/Wakil Walikota Tomohon. Foto: Istimewa


Tomohon, KOMENTAR.ID —
Aksi kemanusiaan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tomohon terus berlanjut. PMI menyemprot 10 ribu liter cairan desinfektan di sejumlah infrastruktur publik dan beberapa kegiatan lain, meski tanpa sokongan dana pemerintah, seperti PMI di kabupaten/kota yang lain.

Pemkot Tomohon sejak awal tahun anggaran menolak usulan dana PMI, termasuk tidak memasukan di daftar item pergeseran anggaran.

Yuni E Wolah, aktifis Tomohon mengutarakan, usulan dana PMI yang kemudian tidak terekam dalam APBD 2020, mengisyaratkan kealpaan pemerintah di misi kemanusiaan. “Ketika dana PMI tidak ditata, kita melihat pemerintah enggan hadir saat rakyat butuh bantuan di momentum rawan seperti yang terjadi saat ini, ancaman Covid-19,” kata Yuni.
PMI Tomohon menggelar penyemprotan desinfektan. Foto: Istimewa

Ia menegaskan, pemerintah Tomohon tidak memiliki alasan yang memadai untuk menolak usulan dana PMI. “Katanya terlambat masukan usulan. Tapi kan ada kewenangan menggeser anggaran. Instrumen itu yang mestinya dipakai. Kalau ada hati untuk rakyat. Tapi ternyata tidak dipakai pemkot. Saya kira ini soal komitmen kemanusiaan. Bukan masalah usulah dana PMI yang terlambat,” pungkas Yuni.

Mengenai sumber dana kegiatan PMI untuk mencegah penyebaran virus Corona, Ketua PMI Syerly Adelyn Sompotan (SAS) menjawab diplomatis. “Saya tidak mau bahas masalah dana PMI. Tidak elok kita membantu masyarakat di tengah kekhawatiran Covid-19, dengan menyoal anggaran pemerintah,” pinta SAS.

“Kalau ada kegiatan PMI, kan ada gaji Wakil Walikota. Saya tulus soal itu. Gaji saya, itu yang kita pakai untuk operasional kegiatan dan bahan yang dipakai PMI,” tutur SAS, Selasa (31/3/2020), di Tomohon.

Ia berharap, semangat PMI tidak memudar selama masa penanganan dan pencegahan Covid-19. “Saya akan tetap putar otak mengumpulkan anggaran kegiatan. Yang penting ada semangat gotong-royong menjalankan misi kemanusiaan,” imbuh SAS sambil menolak mengomentari kekosongan dana PMI di postur APBD Kota Tomohon. (***)