Mengenal Buser, Mantan Tamping Besukan Rutan Manado yang Hidup Enak di Penjara -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Mengenal Buser, Mantan Tamping Besukan Rutan Manado yang Hidup Enak di Penjara

editor: hut_kamrin
Rabu, 22 April 2020

Buser, pelaku curanmor yang ditangkap polisi Tomohon. Foto: Dok. KOMENTAR.ID
Manado, KOMENTAR.ID --
Nama RH alias Buser muncul lagi di alam pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Bagi sebagian polisi yang menangani kasus curanmor seantero Sulut, Buser bukan orang baru. Pria asal Pandu ini beberapa kali menghabiskan waktu di penjara baik kasus perempuan, maupun curanmor.

Tahun 2017, Buser untuk kesekian kali mendekam di Rumah Tahanan Klas IIA Manado. Ia terlibat dalam kasus curanmor. Di rutan, pria yang memiliki satu gigi palsu itu, tampil menyerupai petugas. Dia bebas keluar-masuk blok wanita entah mengantar makanan atau membawa pesan sipir. Peran lain, Buser menjadi tahanan pendamping (tamping) besukan yang duduk sambil memegang pengeras suara.

Dialah yang kerap memanggil narapidana menerima besukan melalui mic atau pengeras suara. Di rutan yang sama, Buser juga aktif dalam kegiatan judi.

Tahun 2018, Buser bebas dan bekerja menjadi sopir pribadi seorang pengusaha tepung kelapa. Tiba suatu saat, Buser dituduh mencuri kalung berlian. Beruntung ketika kasus ini dibocorkan orang dekat pengusaha ke aparat polisi, si pemilik kalung malah enggan menyeret Buser ke ranah hukum.
Dia justru ditangkap di saat bersamaan atas kasus curanmor. Buser lagi-lagi dikirim ke Rutan Manado tahun 2018.

Kali ini tahun 2020, Buser ditangkap lagi untuk kasus yang sama, yakni curanmor. Bermula, Polres Tomohon menerima beberapa laporan kehilangan motor dari warga di Kota Tomohon.

Salah satunya kejadian di tempat kost keluarga Tuerah-Sikome di Kelurahan Matani Satu Lingkungan 3, Kecamatan Tomohon Tengah, yakni sebuah motor  Yamaha Aerox 155 DB5351MV warna abu-abu kuning dan sebuah motor Honda Beat warna putih yang hilang di Alfamidi Kakaskasen.
Kapolres Tomohon melalui Katim URC Totosik Polres Tomohon, Bripka Yanny Watung membenarkan penangkapan Buser cs.
"Kami yang menerima laporan langsung melaksanakan upaya penyelidikan di lapangan. Dari hasil penyelidikan, kami berhasil mengendus jejak dua tersangka yang dianggap bertanggung-jawab hilangnya kendaraan roda dua di sejumlah wilayah di Kota Tomohon," jelas Watung.

Lanjutnya, saat dalam pelacakan jejak kedua tersangka, kami mendapat info jika keduanya sedang bersembunyi dirumah Buser di Pandu, Manado.

"Kami langsung melakukan pengembangan bersama Team Macan Polresta Manado dan melakukan pengejaran terhadap tersangka di Pandu. Benar saja, kedua tersangka berada di lokasi  dan tak berkutik saat kami amankan di lokasi," jelasnya.

Ditambahkan, saat sedang diinterogasi, tiba-tiba Buser yang sudah dalam kendali tim berupaya berontak dan melarikan diri. Tak ingin kecolongan kedua kali, tim pun langsung memberikan tembakan peringatan.

"Karena tembakan peringatan tak di gubris Buser, akhirnya tindakan tegas langsung diambil pihaknya dengan melumpuhkan tersangka dengan tembakan di kaki. Dijelaskan pelaku, ternyata modus pencurian yaitu mematahkan stang stir motor selanjutnya membuka bodi kemudian nyalakan mesin yerus dibawa kabur. Saat ini dua tersangka sedang diambil keterangan di Polres Tomohon," pungkas Watung.

Banyak kalangan menilai, sistem dan kultur pembinaan dalam penjara yang membuat Buser dan pencuri-pencuri lain merasa nyaman di penjara. Situasi yang membuat pelaku curanmor keluar-masuk penjara, seolah rumah kedua.
Selain putusan pengadilan yang terlalu ringan dan cenderung ditertawakan para terdakwa, pelaku curanmor tidak dikirim ke Lapas Manado.

"Mereka mendapat keistimewaan luar biasa. Tidak perlu dikunci dalam kamar. Bebas ke semua blok termasuk blok perempuan. Bisa bermain judi, pegang android depan sipir. Malam tidur depan televisi. Tidak perlu kerja kebersihan. Mirip raja-raja kecil di penjara," ungkap Markus, salah satu mantan narapidana Rutan Manado. (***)