Mendagri Tolak Maksud Baik Walikota Bitung -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Mendagri Tolak Maksud Baik Walikota Bitung

editor: hut_kamrin
Selasa, 07 April 2020

Rapat telekonferensi Walikota Bitung Max J Lomban dan Mendagri Tito Karnavian, Selasa (7/4/2020). Foto: Hut Kamrin/KOMENTAR.ID

Bitung, KOMENTAR.ID —
Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI menolak usulan pemerintah Kota Bitung mengenai Pembatasan Sosial Skala Besar (PSSB). Padahal pemkot bermaksud baik, pemberlakuan PSSB untuk mencegah wabah Corona Virus Desease 2019 (Covid-19). 

Penolakan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian terungkap dalam telekonferensi bersama Wali Kota Bitung Max Lomban, Selasa (7/8) kemarin. 

Diketahui jika PSSB ditetapkan di sebuah wilayah, maka aktivitas sekolah, pekerjaan non-medis dan keagamaan dilarang dalam jangka waktu tertentu. PSSB bisa diusulkan walikota/bupati namun pemerintah pusat yang memutuskan. 

Dijelaskan Sekretaris Daerah Kota Bitung Audy Pangemanan, pihaknya sangat gigih mencegah penyebaran virus Covid-19 di kota cakalang. "Tapi Kota Bitung belum masuk kriteria dalam penerapan PSSB. Jadi hanya dilakukan dalam taraf pembatasan normal," ujar Pangemanan, Selasa (7/8). 

Jika ada peningkatan warga menjadi korban virus Covid-19, maka menjadi tolok ukur pemerintah pusat menyetujui penerapan PSSB di Kota Bitung.   

“Contohnya seperti Kota Manado (korban virus covid 19, red). Mungkin mereka sudah bisa menerapkan PSSB," tandas sekda. 

Bitung saat ini menutup sejumlah jalan masuk ke kota. Dan hanya membuka satu akses masuk yakni melewati Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sagerat dengan penjagaan petugas medis. (***)