Lima 'Amunisi' Penting Elly Lasut Hadapi Covid-19, Ini Buktinya -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Lima 'Amunisi' Penting Elly Lasut Hadapi Covid-19, Ini Buktinya

editor: hut_kamrin
17 April 2020

Bupati Talaud Elly E Lasut (putih) saat melepas bantuan ke Damau dan Kabaruan. Foto: Istimewa
Melonguane, KOMENTAR.ID --
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud terus memacu kinerja menghadapi ancaman dan wabah Covid-19. Bupati Kepulauan Talaud dr Elly Engelbert Lasut (E2L), menyiapkan dan bahkan sudah menjalankan lima kebijakan besar sebagai tindakan mencegah dan menangani Covid-19.

Pertama, E2L memastikan kesiapan pangan atau sembako. Tercatat, Pemkab Talaud memiliki 200 ton cadangan beras pemerintah (CBP) di Bulog. Ini sudah dan sementara didistribusikan ke masyarakat miskin yang ekonominya kena dampak Covid-19.

Jatah beras ini kemudian disalurkan pada tahap satu 12 ton, ke Kecamatan Damau dan Kecamatan Kabaruan.

E2L lalu mengusulkan lagi CBP ke Kementerian Sosial dan beruntung usulan itu terjawab. Menteri Sosial RI mengiyakan usulan 250 CBP. Belakangan, ia juga mengusulkan lagi penambahan jumlah PKH. ""Beras cadangan pemerintah bagi Kabupaten Talaud telah disetujui dan  ditambah oleh Menteri Sosial sebanyak 250 ton. Berharap usulan penerima bantuan sosial PKH di Talaud bisa ditambah," kata E2L, di Melonguane, Jumat (17/4/2020).

Kedua, E2L membentuk dan memimpin langsung Tim Gugus Tugas untuk pencegahan dan penanganan wabah pandemi Covid-19. Pelepasan Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 yang digelar di Pantai Wisata Melonguane ini, dipimpin E2L pada Rabu (15/4/2019).

Di sela-sela pelepasan, ia menekankan perilaku masyarakat dalam hal social distancing dan physical distancing, harus menjadi prioritas. "Social Distancing dan Phisical Distancing harus menjadi prioritas, menggunakan masker serta mencuci tangan juga sangat penting. Perilaku ini harus disosialisasikan kepada seluruh masyarakat sampai di tingkat desa,” ungkap Lasut.

Ketiga, E2L menunjuk dua rumah sakit sebagai rumah isolasi dan penanganan pasien suspek Covid-19.
Ia memastikan kesiapan Rumah Sakit Bergerak (RSB) Gemeh sebagai rumah isolasi untuk ODP dan penanganan pasien suspek Covid-19.
E2L meninjau kesiapan RSB Gemeh. Foto: Istimewa
"Kita punya dua rumah sakit yang akan menjadi tempat rujukan.  Walaupun yang sudah siap saat ini hanya Rumah Sakit Mala. Karena telah memiliki satu kamar khusus yang sudah siap optimal untuk melakukan perawatan jika seandainya ditemukan ada kasus positif Covid-19 di  Talaud,” jelas E2L.

Keempat, E2L tetap berpendirian bahwa bandar udara dan pelabuhan laut tidak ditutup untuk tujuan menjaga keseimbangan dan stabilitas ekonomi. "Karena pasokan kebutuhan utama rakyat Talaud, harus melintasi pelabuhan dan bandara. Itu tidak boleh ditutup," jelas E2L.

Kelima, Bupati E2L menerapkan semua warga yang masuk Talaud adalah ODP, dan harus menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing atau isolasi wajib di rumah sakit. "Ini imbas dari pembukaan bandara dan pelabuhan Talaud. Warga harus menandatangani surat keterangan bersedia diisolasi," jelas E2L. 

Ia menambahkan, ada dua hal dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19 yaitu melakukan pencegahan di bidang kesehatan dan upaya antisipasi dampak ekonomi.

“Dua hal tersebut sesuai petunjuk dari presiden dan gubernur yang akan kita jabarkan di Kabupaten Kepulauan Talaud, sehingga bisa terlaksana hingga ke tingkat desa,” pungkas E2L. (***)