Langgar Social Distancing, AMPI Manado Kecam Penyaluran Bantuan Pemprov Sulut -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Langgar Social Distancing, AMPI Manado Kecam Penyaluran Bantuan Pemprov Sulut

editor: rolly_sondakh
Jumat, 03 April 2020

Ketua AMPI Kota Manado Meikel Stif Maringka SH. (File istimewa)

Sulut, KOMENTAR.ID


Penyaluran bantuan yang dilakukan Pemerintah provinsi (Pemprov) Sulut menuai kritikan hingga protes dari berbagai kalangan. Pasalnya, bantuan yang dinilai melanggar Social Distancing tersebut mengakibatkan antrian yang berujung berkumpulnya banyak orang, padahal diketahui, pemprov sendiri melalui Gubernur Olly Dondokambey selalu gencar soal sosialisasi Social Distancing.

Tanggapan yang mengkritisi soal itu datang dari Ketua Angkatan Muda Pembaharu Indonesia (AMPI) Kota Manado Meikel Stif Maringka (MSM). MSM menegaskan, seharusnya pemprov lebih bijaksana dalam mendukung program Social Distancing. 

"Pak Gubernur bisa lebih bijak lagi dalam mendukung kebijakan Presiden soal Social Distancing. Akibat terburu-buru lakukan koordinasi hingga kelihatan tidak siap dengan penyalurannya," ujar MSM Jumat (03/04/2020).

Lanjut kata MSM, kegiatan tersebut mengundang polemik baru bagi masyarakat yang sangat resah dengan penyebaran Covid-19. Betapa tidak, menurutnya selain telah melanggar aturan yang dibuat sendiri, pemerintah juga secara tidak langsung memberikan celah bagi virus jahanam tersebut untuk tetap bersemayam di daerah.

"Ini polemik yang dibuat sendiri oleh pemerintah, senjata makan tuan, karena di setiap daerah saat ini sedang gencar melaksanakan giat menekan penyebaran Covid-19, termasuk Sulut. Di satu sisi masyarakat membutuhkan bantuan itu, tapi disisi yang lain resikonya sangat tinggi. Apa tidak ada cara lain memberikan bantuan," tutur MSM.

Senada disampaikan anggota DPRD Manado Iwan Marlian, yang mengaku kaget dengan situasi yang sangat bertentangan dengan aturan yang dibuat pemerintah sendiri. 

"Saya pribadi sangat terkejut melihat foto ini, padahal kita tahu bersama hal ini sangat beresiko. Karena mengumpul masa sangat bahaya sekali potensi penyebaran virus corona ini. Saya pikir pemerintah seharusnya lebih paham bagaimana cara menyalurkan bantuan tanpa harus bertumpuk masyarakat yang banyak begini. Bantuan dari pemerintah provinsi sangat baik juga sangat diperlukan masyarakat tapi kenapa harus dengan cara bagini," tulis Marlian dalam akun media sosialnya.

(***)