Ketika Wacana Koalisi Keumatan Dianggap Iseng-iseng Berhadiah -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Ketika Wacana Koalisi Keumatan Dianggap Iseng-iseng Berhadiah

editor: hut_kamrin
Kamis, 23 April 2020

Logo empat partai yang digabungkan inisiator wacana koalisi keumatan. Foto: Istimewa
Manado, KOMENTAR.ID --
Wacana koalisi keumatan di Manado yang digagas segelintir orang dengan memasukan empat partai, dianggap inisiatif normal di alam politik.

Gerakan belakang layar yang berspekulasi menyatukan Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Rakyat (PAN), Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Bulan Bintang (PBB), ternyata bukan dalam rangka mendukung bakal calon Walikota Manado Ir Sonya Selviana Kembuan (SSK).

Di internal partai-partai, ada anggapan bahwa wacana itu sekedar iseng politik. "Itu bukan gambaran yang serius. Semacam iseng-iseng berhadiah. Anda (wartawan) kan tahu, itu (koalisi) tidak mungkin. Tapi di politik, tiap orang bebas membuat wacana. Iseng-iseng berhadiah. Adu mujurlah," komentar salah satu pengurus PAN Manado, Kamis (23/4/2020).

Ketua DPW PKS Sulawesi Utara (Sulut), Syarifudin Saafa, ST, MM, menyatakan partainya belum memutuskan memberikan dukungan kepada bakal calon tertentu di Pilkada Manado.

”PKS belum memutuskan kepada siapa dukungan diberikan," tegasnya.

Menurut Saafa, kalau ada calon kandidat walikota yang memakai istilah koalisi keumatan itu adalah dinamika pendekatan ke warga.

"Keputusan kepada siapa dukungan diberikan PKS sampai saat ini masih berproses,” ujarnya.

Soal logo PKS yang digunakan Koalisi Keumatan bersama SSK, untuk kerja memerangi penyebaran virus corona Covid-19, anggota DPRD Kota Manado ini menganggapnya sebagai kreativitas dalam mendekati masyarakat, bukan merupakan dukungan politik dari keempat partai politik (parpol) tersebut.

"Kandidat lainnya yang sudah mendaftar di PKS dalam penjaringan sebagai bakal calon bisa juga melakukan hal yang sama,” tukasnya.

Saafa mengisyaratkan kader partainya juga berpeluang diusung PKS di Pilkada Manado.

”Sampai saat ini belum ada keputusan siapa yang akan diusung dalam pilkada mendatang. Apalagi ada tokoh internal partai (PKS) yang mau berkontribusi maksimal dalam berkhidmat kepada masyarakat melalui jalur pengabdian eksekutif pada pilkada mendatang,” tandasnya. (***)