Ini Sosok 7 Orang Terkaya Indonesia, Nomor 5 Mantan Sopir Angkot -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Ini Sosok 7 Orang Terkaya Indonesia, Nomor 5 Mantan Sopir Angkot

editor: komentar.id
Jumat, 10 April 2020



Majalah Forbes baru saja merilis deretan miliarder top dunia tahun 2020. Dari banyak miliarder dunia, 7 orang kaya Indonesia masuk di dalamnya. Siapa saja mereka?


Robert Budi Hartono (Rp218 triliun)


Di posisi pertama orang terkaya di Indonesia 2020, ada nama Robert Budi Hartono. Dia merupakan adik dari Michael Bambang Hartono. 

Dia tercatat adalah anak kedua dari pendiri perusahaan Djarum, Oei Wie Gwan. Robert merupakan keturunan Tionghoa-Indonesia.

Sumber kekayaan pria berusia 79 tahun ini adalah dari sektor perbankan dan tembakau (PT Djarum). Dua bersaudara ini mendapatkan dua pertiga kekayaannya dari investasinya di PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

Michael Bambang Hartono (Rp208 triliun)


Di posisi kedua orang terkaya di Indonesia di 2020, ada nama Michael. Dia adalah kakak dari Budi Hartono. Dia kini berusia 80 tahun. Sama dengan adiknya, sumber kekayaan Bambang masih berasal dari Bank BCA.

Kekayaan Michael Bambang Hartono di 2020 terpantau turun 1,66 persen. Dengan saudaranya, ia juga memiliki perusahaan elektronik Polytrron dan saham di startup game Razer.

Sri Prakash Lohia (Rp69 triliun)


Di posisi ketiga, ada nama Sri Prakash Lohia. Dia kini berusia 67 tahun. Lohia mendapat sebagian besar kekayaan dari perusahaannya Indorama, yang bergerak di sektor petrochemical.

Bersama ayahnya, dia datang ke Indonesia dari India pada 1970. Mereka lalu mendirikan Indorama, perusahaan pembuat benang pintal.

Sekarang perusahaan ini berkembang dan mendivesifikasi bisnis ke pembangkit tenaga listrik, petrokimia, membuat produk industri termasuk poliolefin, pupuk, bahan baku tekstil dan sarung tangan medis.

Tahir (Rp66 triliun)


Dato’ Sri Tahir yang lahir di Surabaya ini menduduki posisi ke-empat. Tahur merupakan pengusaha, investor, sekaligus pendiri Mayapada Group. Tahir kini berusia 68 tahun.

Perusahaannya membawahi holding company yang memiliki beberapa unit bidang usaha, seperti perbankan, TV berbayar, media cetak, properti, sampai rumah sakit. Di 2020 ini kekayaannya turun 0,14 persen.

Anaknya Grace adalah Presiden Komisaris Propertindo Mulia Investama dan Istrinya Rosy adalah anak dari pengusaha Mochtar Riady.

Prayogo Pangestu (Rp56 triliun)


Di posisi kelima orang terkaya di Indonesia versi 2020, ada nama Prajogo Pangestu. Dia memiliki bisnis di sektor petrochemical. Awalnya, pria yang kini berusia 75 tahun merupakan pengusaha kayu yang memulai bisnisnya di era 1970. Bahkan sebelum kaya raya seperti sekarang, Prayogo disebut-sebut pernah menjadi sopir angkot. Ckckckc...

Di Forbes, Prayogo Pangestu tercatat sebagai orang kaya dunia di deretan 538. Kekayaannya di 2020 turun 5,5 persen.
Prajogo membangun perusahaan publik PT Barito Pacific Tbk (BRPT), sebelumnya Pacific Lumber, pada 1993. 

Di 2007, ia mengakuisisi perusahaan petrokimia Chandra Asri yang kemudian merger dengan Tri Polyta Indonesia.

Chairul Tanjung (Rp50 triliun)


Di posisi keenam, Forbes mencatat nama Chairul Tanjung. Di urutan dunia sendiri, CT kini menjadi pengusaha ke 648 terkaya di dunia. 

Ia merupakan pemilik CT Corp dengan sejumlah diversifikasi bisnis.
Pria berusia 57 tahun ini memiliki perusahaan media, termasuk online dan televisi. Ia juga memiliki bisnis ritel melalui Carefour dan Transmart. 

Ia juga mengontrol franchise Wendy’s di Indonesia, Versace, Mango dan Jimmy Choo.

Beberapa perusahaan yang menjadi portofolio investasi CT Corp di antaranya PT Bank Mega Tbk (MEGA), PT Bank Mega Syariah, PT Mega Capital Sekuritas, PT Mega Asset Management, PT Mega Finance, PT Asuransi Umum Mega (Mega Insurance), PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), Trans Resort Bali, CT Agro, Transmedia, dan The Trans Luxury Hotel Bandung.

Martua Sitorus (Rp29 triliun)


Di posisi ketujuh orang terkaya di Indonesia 2020 adalah Martua Sitorus. Dia adalah pendiri Wilmar pada 1991. Wilmar sendiri merupakan trader palm oil terbesar di dunia. 

Pria berusia 60 tahun ini mendirikan Wilmar bersama dengan Kuok Khoon Hong pada 1991. Namun paa 2018, Martua mundur dari manajemen Wilmar.

Kini Wilmar menjadi pedagang minyak sawit terbesar di dunia, mengacu data Forbes. Langkah Martua ini terjadi beberapa hari setelah Greenpeace menuduh perusahaan perkebunan miliknya dan perusahaan milik saudaranya, Gama Corp, sudah menyapu ribuan hektar hutan.

(Hops.ID/KID)