Imbas 'Mulut' Eyang, Istana Perintahkan Percepat BLT via Kantor Pos dan Bank Pemerintah -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Imbas 'Mulut' Eyang, Istana Perintahkan Percepat BLT via Kantor Pos dan Bank Pemerintah

editor: dax_dacko
Senin, 27 April 2020


Manado, KOMENTAR.ID

Kritik Bupati Bolmong Timur Sehan Salim Landjar berbuah positif dalam penanganan dampak Covid-19. Suara kritis Eyang di video berdurasi 5 menit yang sempat viral, memicu reaksi istana melalui Kementerian Sosial RI. 

Eyang dalam teleconference bersama Mensos, Minggu (26/4/2020), mendapat kabar soal teknis pendistribusian Bantuan Langsung Tunai (BLT). 

Menariknya, buntut kritik Eyang, istana pada Senin (27/4/2020) memerintahkan percepatan penyaluran BLT melalui Kantor Pos dan Himpunan Bank Pemerintah berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). 

Bahkan instruksi itu untuk se-Indonesia dengan catatan 9 juta KK penerima BLT selama 3 bulan pertama.

"Terserah orang mau bilang apa. Perjuangan saya karena rakyat butuh makan. Saya tidak ada maksud dan tujuan politik. Ini murni suara rakyat," tegas Eyang ke KOMENTAR.ID, Senin (27/4/2020), siang.

Dengan keputusan istana itu, Eyang bisa bernafas lega karena sudah satu hal penting ditanggapi pemerintah pusat. Boltim saat ini mencatat 28.378 KK. Terdapat 18.357 KK penerima bantuan terdampak Covid-19 dan 4700 KK penerima BLT dan PKH.

Sebelumnya, diberitakan KOMENTAR.ID, Eyang geram dengan prosedur penyaluran BLT yang terlalu panjang. 

Bupati Boltim Sehan Landjar bersama Komentar.ID (kiri). 

Proses itu dianggap berpotensi gejolak sosial karena tidak simultan dengan jenis bantuan pemkab yang diperuntukan bagi penerima yang lain. 

Keluarga yang lain sudah menerima bantuan pemkab, sementara  penerima BLT harus lama menunggu karena mekanisme yang panjang termasuk harus membuka nomor rekening. 

Eyang meminta diskresi atau kebijakan menyederhanakan penyaluran dengan jaminan pengawasan jaksa, polisi, wartawan dan LSM.  

***