Humas PN Kotamubagu Sosialisasi Etika Batuk yang Baik di Jaman Corona -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Humas PN Kotamubagu Sosialisasi Etika Batuk yang Baik di Jaman Corona

editor: hut_kamrin
19 April 2020


Manado, KOMENTAR.ID ---
Pandemi Covid-19 membuat semua orang mewaspadai pola hidup, pergaulan termasuk menjaga jarak fisik. Ada kekhawatiran paparan virus mematikan ini, melalui media droplet yang bisa saja keluar saat seseorang batuk dan bersin.

Ada tiga gejala utama seseorang terinfeksi virus Corona Covid-19, yakni demam, batuk, dan sesak napas. Dari ketiga ciri tersebut, batuk kering dianggap paling berbahaya.

Alasannya, batuk dapat menyebarkan percikan (droplet) yang bisa menulari orang lain.

Humas Pengadilan Negeri Kotamubagu merilis hal batuk yang baik dan benar untuk mencegah penularan virus Corona (Covid-19) melalui ilustrasi brosur.

PN Kotamubagu bermaksud mengedukasi publik agar memerhatikan hal kecil yang bisa menimbulkan dampak fatal dalam hubungan dengan upaya mencegah penularan virus Corona.

Terkait cara penularan, PN Kotamubagu merujuk pada Centers for Disease Control and Prevention (CDC) dan World Health Organization (WHO) yang merekomendasikan untuk mengganggap hal itu sebagai airborne desease.

Droplet dari orang yang batuk tersebut langsung bisa mengenai orang-orang di sekitar atau partikel yang lantas dihirup orang di sekitarnya. Hal itu karena droplet tersebut bisa bertahan di udara (aerosol) hingga empat jam

Selain itu, virus yang berasal dari percikan tersebut juga bisa hidup hingga empat jam di permukaan tembaga, serta 24 jam pada kardus.

Orang yang kemudian menyentuh barang-barang yang terkena droplet tersebut, berisiko tertular virus Corona jika tidak segera mencuci tangan dengan sabun selama 20 detik atau memakai hand sanitizer.

Mengacu hal itu, sangat mendesak bagi masyarakat memahami pentingnya menjaga jarak fisik (social-physical distancing).

Masyarakat wajib mengetahui cara kerja musuh, dalam hal ini virus Corona. Dengan menjaga jarak, setidaknya satu meter dengan orang lain, kita bisa memutus mata rantai penyebaran virus yang telah menginfeksi 500 ribu lebih orang di dunia ini.

Humas PN Kotamubagu mencoba memberikan informasi perihal bagaimana etika batuk yang benar di tengah pandemi COVID-19 sebagai bagian dari upaya pencegahan penularan, yang dilansir dari akun Facebook Humas PN Kotamubagu, Minggu (19/4/2020).

Jika seseorang mengalami keluhan batuk, atau bersin, pertama, gunakan masker. Direkomendasikan pula untuk menggunakan masker yang disposable (masker pernapasan, bukan masker bedah).

Jangan meletakkan masker bekas dipakai pada leher karena bisa menyebar kembali virus dan bakteri ketika digunakan kembali.

Jika terpaksa tak bisa mengenakan masker, saat batuk atau bersin, ditutup hidung dengan lengan bagian dalam, kemudian cuci tangan selama 20 detik sesering mungkin menggunakan sabun dan air mengalir.

Jika menggunakan tisu, langsung dibuang, jangan buang di sembarang tempat, dan jangan dibawa-bawa dan atau digunakan kembali.

Tidak disarankan tidak menggunakan sapu tangan saat sedang bersin atau batuk. (***)