Hari Gini, SSK Nyaris Terjebak Koalisi Rapuh -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Hari Gini, SSK Nyaris Terjebak Koalisi Rapuh

editor: hut_kamrin
18 April 2020

Gabungan stiker empat parpol yang dipasang pegiat koalisi keumatan. Foto: Istimewa

Manado, KOMENTAR.ID --
Wacana koalisi keumatan yang dilancarkan orang di belakang layar, membuat pelaku politik dan sebagian publik Manado kaget. Beberapa kalangan justru merasa koalisi ini sebuah lelucon di panggung politik, yang dibangun untuk menjerat tokoh perempuan Sulut, Sonya Selviana Kembuan (SSK).

Koalisi yang konon didukung Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Bulan Bintang (PBB) ini ditengara lahir dari gagasan pragmatis kalangan non-partai yang membawa masuk formula koalisi pusat ke daerah.

"Itu dibangun orang tertentu. Bukan representasi empat parpol. SSK bisa masuk jebakan. Karena posisi empat partai ini di daerah, kita tahu. PAN kemana, PPP kemana, PKS dan PBB akan merapat kemana itu jelas," ujar pembisik yang merupakan orang dekat perancang koalisi keumatan, Sabtu (18/4/2020).

Ide ini dianggap tidak saja berjalan mulus tapi akan menghadapi resisten arus utama dari internal empat partai tersebut.

Wacana mendorong SSK sebagai bakal calon Walikota Manado menurut dia, adalah ilusi yang hanya akan membelokan konsentrasi SSK untuk memosisikan diri di depan partai besar dan papan tengah.

Sebelumnya, pengurus PPP Sulut, Malik Suma sempat memrotes logo PPP di koalisi keumatan tanpa koordinasi dengan pengurus DPC PPP. Kini giliran pengurus lain angkat bicara.

"Banyak pengurus dari keempat partai tersebut tak tahu soal Koalisi Keumatan. Bahkan banyak juga yang tidak sepakat dengan adanya Koalisi Keumatan mendukung SSK di Pilkada Manado," ujar salah satu pengurus partai di Koalisi Keumatan yang meminta namanya tidak dipublikasi.

Ia mengatakan, hal ini dikarenakan Koalisi Keumatan mendukung SSK ini hanya kemauan segelintir elit dan bukan berdasarkan kesepakatan seluruh pengurus di masing-masing parpol tersebut.

"Itu (Koalisi Keumatan dukung SSK, red) cuma wacana segelintir orang saja. Buktinya banyak pengurus di empat parpol tersebut tidak bahu membahu bersama Relawan SSK turun ke masyarakat selama ini. Yang ada hanyalah satu dua orang saja. Paling banyak di lapangan justru Relawan SSK," jelasnya.

Menurutnya, jika Koalisi Keumatan mendukung SSK merupakan keputusan parpol, harusnya ketika ada kegiatan SSK seluruh pengurus dari 4 parpol tersebut ikut terlibat.

"Jadi masih sangat sumir kalau menganggap koalisi keumatan itu sudah pasti memberikan tiket rekomondasi pada SSK untuk maju di Pilkada Manado. Karena pembahasan di internal partai masing-masing sesuai mekanisme partai pun belum pernah. Jadi jangan sampai keliru dengan Koalisi Keumatan itu, seolah-olah sudah ada kesepakan formal mengusung SSK," tukasnya seraya menambahkan proses masih sangat panjang apalagi dengan ditundahnya pelaksanaan Pilkada Serentak.

Sementara itu, Ketua PAN Kota Manado Bobby Daud ketika dikonfirmasi mengatakan Koalisi Keumatan itu dibentuk oleh sekelompok simpatisan dan telah dideklarasikan di Hotel Aston.

"Marilah kita berpikir bahwa yang dilakukan komunitas Koalisi Keumatan sebagai politik murni, jangan digiring ke politik identitas," tandas Daud. (***)