Gagak Hitam Polres Manado Ringkus Tiga Pengedar Uang Palsu -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Gagak Hitam Polres Manado Ringkus Tiga Pengedar Uang Palsu

editor: hut_kamrin
25 April 2020

Tiga tersangka pengedar uang palsu. Foto: Steward Noho/ KOMENTAR,ID
Manado, KOMENTAR.ID --
Tim Gagak Hitam Polresta Manado berhasil mengamankan dua tersangka pengedaran uang palsu pecahan Rp50.000, Sabtu (25/4/2020) dinihari.

Uang palsu tersebut diamankan dari tangan seorang tersangka bernama BP (19) dan AP (16). Keduanya merupakan warga Tingkulu.

Hasil penyelidikan, kedua tersangka membelanjakan uang tersebut melalui warung kecil di Pasar Karombasan. Dari tangan tersangka berhasil diamankan 40 lembar uang pecahan Rp50.000 palsu.

Penangkapan ini berawal dari informasi Briptu Rano Kandouw. Dari informasi itu Gagak Hitam yang dipimpin jebolan SPN Karombasan 1999-2000 Batalion Wisang Geni (WG) Aipda Budi Lakoro, langsung terjun ke tempat kejadian perkara (TKP).
Barang bukti uang palsu. Foto: Steward Noho/KOMENTAR,ID
Budi saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp menyampaikan, saat turun lapangan, tim mendapati kedua pemuda masih berada di TKP.

”Dari tangan kedua pemuda tersebut kami mengamankan uang palsu sebanyak 17 lembar pecahan Rp50.000. Tim melakukan interogasi terhadap salah satu pemuda tersebut yaitu BP alias Brayen. Dari pengakuannya uang itu didapat dari seorang lelaki yang berinisial SS alias Supit (42)," kata Budi.

Polisi lalu melakukan pengembangan dan mencari tempat tinggal Supit. Setelah mendapatkan titik terang, polisi  menuju ke tempat tinggal pelaku.

"Tim berhasil menangkap pelaku Supit di tempat tinggalnya di kos-kosan Lingkungan V, Kelurahan Tingkulu, Kecamatan Wanea. Dari tangan pelaku tim mengamankan uang palsu berjumlah 23 lembar pecahan Rp50.000. Sehingga total barang bukti uang palsu pecahan Rp50.000 menjadi 40 lembar,” jelas Budi.

Budi menambahkan, pelaku dan barang bukti sudah diamankan di Mapolresta Manado untuk diproses lebih lanjut. Pelaku dijerat pasal 36 dan 0asal 37 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang juncto 55 KUHP, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara, tutup Budi. (ewa)