Dear ASN! 'Torang Pe Bank' tak Mau Ada Masalah Besar -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Dear ASN! 'Torang Pe Bank' tak Mau Ada Masalah Besar

editor: hut_kamrin
25 April 2020

Foto: Logo BSG
Manado, KOMENTAR.ID -- Impian ribuan ASN agar mendapat keringanan angsuran bank dari Bank Sulut-Gorontalo (BSG) terkubur. Bank tersebut menolak surat permohonan keringanan serta penundaan penyetoran pinjaman ASN selama 3 bulan yang diajukan kepala daerah kabupaten/kota ke manajemen BSG.

Direktur Utama (Dirut) Bank SulutGo Jefry Dendeng menjelaskan, ada resiko likuiditas dan kesehatan bank jika usulan keringanan dan penundaan angsuran dipenuhi. Selain itu tidak ada payung hukum yang memungkinkan harapan ASN.

“ASN tidak masuk dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan nomor 11 tahun 2020. Hal ini ditegaskan lagi oleh Kepala OJK pusat dan ditegaskan ulang oleh Kepala OJK SulutGo,” jelas Dendeng dalam rapat Pansus LKPJ, Jumat (24/4/2020), di DPRD Sulut.

Ia menerangkan jika likuiditas berkurang, maka tingkat kesehatan bank akan turun. Kondisi ini memicu pemilik dana yang menempatkan dana di Torang Pe Bank, ini bisa menarik seluruh dananya.

"Dana di Bank Sulut itu 75% adalah dana masyarakat, 25% milik pemerintah daerah (pemda). Kalau 75% ini tiba-tiba ditarik, karena ada masalah likuiditas, di saat merugi, banyak nasabah akan menarik dananya di BSG. Sulit mencari nasabah yang mau taruh dana di bank yang merugi. Pada gilirannya BSG akan mengalami kesulitan likuiditas, kemudian tingkat kesehatannya menurun, maka berbahaya buat bank ini. Itu permasalahannya,” papar Dendeng. (***).