Dari Mulut ke Mulut: Napi Lapas Manado asal Filipina Meninggal setelah Kerusuhan Besar -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Dari Mulut ke Mulut: Napi Lapas Manado asal Filipina Meninggal setelah Kerusuhan Besar

editor: hut_kamrin
Minggu, 12 April 2020

Kerusuhan di Lapas Manado, Sabtu (11/4/2020). Foto: Steward Noho/KOMENTAR.ID

Manado, KOMENTAR.ID —
Kerusuhan di Lapas Kelas IIA Manado disinyalir berujung maut. Beredar kabar, satu narapidana umum asal Filipina, meninggal di RSU Prof Kandouw Manado. Sumber internal Lapas Manado, Minggu (12/4/2020), mengatakan, pria yang sering disapa Bay itu menghuni Blok B, area yang tidak kena dampak kebakaran. Dugaan sementara waktu, Bay meninggal akibat hantaman benda tumpul di bagian rusuk, yang dilancarkan personil Brimob Polda Sulawesi Utara, setelah aparat berhasil memukul mundur ratusan napi yang beringas, dari portir lapas. 

Bay menghembuskan nafas terahir di RSUD Prof Kandou Manado, pada Minggu (12/4/2020), pukul 02:30 dinihari. WNA Filipina itu sempat dilarikan di RSU Prof Kandou Manado pukul 20:00 WITA. Sumber yang mengatakan, aparat kepolisian memang merangsek masuk setelah napi mundur. “Saya tidak lihat jelas. Tapi masalah penanganan situasi kemarin, Sabtu (11/4/2020), di bawah kendali Brimob dan personil polisi dari Polres Manado dan Polda Sulut,” kata sumber. 

Mengenai keberadaan jenasah napi yang gagap berbahasa Indonesia ini, KOMENTAR.ID belum menerima jawaban Kepala Lapas Manado Sulistyo Wibowo. Permintaan konfirmasi yang dikirim wartawan KOMENTAR.ID ke Sulistyo melalui WhatsApp, Minggu siang, belum direspon. 
Belakangan setelah ditelusuri,  KOMENTAR.ID memperoleh informasi bahwa Sulistyo sudah di-nonjob. Jabatannya untuk sementara dipegang pejabat kiriman Direktorat Jenderal Pemasyarakatan KemenkumHAM RI. 

Sementara itu, beredar foto napi Lapas Manado babak belur dihajar aparat, Sabtu malam, ketika kerusuhan mereda. Tampak juga sebuah video amatir yang memperlihatkan beberapa napi telanjang dada, sambil berjalan jongkok dan dalam kondisi berdarah-darah. 
Satu napi narkoba berinisial D alias Deri, dikabarkan dalam kondisi kritis. Kemudian dua napi yang lain kena peluru nyasar bagian dada dan samping leher. 

Diketahui, ratusan napi mengamuk di Lapas Manado, Sabtu (11/4/2020), sekira pukul 16.00 hingga 20.00 WITA. Napi membakar bangunan warkop, kantin, bengkel, Blok Tipikor, Mapenaling dan Blok Narkoba. Belum diketahui persis akar yang memicu kerusuhan di lembaga tersebut. Spekulasi berkembang, napi keberatan masalah perijinan keluar dan permintaan tes kesehatan yang berkaitan dengan ancaman Covid-19. Dugaan lain yang berkembang, ada masalah kecemburuan mengenai pembebas integrasi yang diberikan ke ratusan napi lain, sebagai langkah pengurangan jumlah hunian untuk mencegah teror virus Corona (Covid-19).  (***)