Astaga... Jenazah Korban Lakalantas, Dituding PDP Covid 19 dan Dikuburkan Secara Tak Layak -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Astaga... Jenazah Korban Lakalantas, Dituding PDP Covid 19 dan Dikuburkan Secara Tak Layak

editor: nox_nino
Kamis, 16 April 2020

Keaadaan kubur Oma Emmy saat dikunjungi keluarganya usai di kuburkan.

Tomohon, KOMENTAR.ID

Sungguh malang nasib Oma Emmy Pungus-Worang, Warga Kakaskasen I Tomohon Utara. Alamarhuma yang meninggal karena kecelakaan akibat disenggol mobil dan mengalami pendarahan di kepala, saat dirujuk ke RS Kandow tiba-tiba dinyatakan sebagai pasien terpapar Covid 19,

Mirisnya lagi, Oma Emmy harus dikuburkan secara protap yang berlaku. Sayangnya, Oma Emmy yang meninggal tersebut saat akan dikuburkan tak diberitahukan pada keluarga, dan proses pemakamannya dilakukan secara tak layak, pada sekitar pukul 03.00 Wita (15/04-2020).

Anak Oma Emmy, Detty Supit pun dengan nada geram menjelaskan; “Jenazah mama kami ternyata hanya terkesan seperti ditimbun dan kemudian ditinggalkan begitu saja. Ini sangat tidak manusiawi. Binatang saja tak diperlakukan seperti ini.”

"Kami tidak terima dan kami juga mempertanyakan kenapa cara penguburan dilakukan seperti ini. Begitupun Alat Pelindung Diri (APD) yang digunakan para penggali kubur, hanya dibuang disekitar tempat pemakaman tersebut," kesalnya.

Beberapa APD yang dibuang begitu saja dilokasi penguburan.

Detty pun menjelaskan kronologi kenapa sampai oma Emmy mendapat perlakuan seperti itu. Tanggal 15 kemarin jam 9 pagi, mama saya beli nasi kuning. Tiba-tiba saat berjalan, mama kami disenggol kendaraan pengangkut sayur. Saat itu mama jatuh dan terbentur di aspal sampai giginya pun ada yang rontok. Mama langsung dibawa ke RS Bethesda untuk dirawat. Tapi karena alat foto rusak, jadi mama dirujuk ke RSUD Kandouw Malalayang Manado. Lambannya penanganan sekitar empat jam baru ditangani dokter.

"Kondisi mama yang sudah 78 tahun tahun menurut dokter tidak memungkinkan dilakukan operasi karena pendarahan di otak. Setelah itu mama mengeluh sesak napas kemudian meninggal. Tiba-tiba dari pihak RS menyatakan mama sudah terpapar Covid-19. Lah bagaimana ini tanya kami keluarga karena sebelum kecelakaan mama baik-baik saja," urainya.

Pihak keluarga menurutnya mempertanyakan alasan RS Kandouw yang menyatakan Oma Emmy terpapar covid 19, tanpa ada rapid test atau swab. “Setelah itu, sekitar pukul 03.00 Wita mama kami akhirnya dimakamkan dengan prosedur pasien covid, dan kami tidak diperbolehkan mendekat,” kisahnya.

"Setelah kami cek pagi hari, ternyata kubur oma dan mama kami hanya seperti tempat sampah dan sangat tak layak seperti penguburan pasien Covid-19 yang meninggal sebelumnya," keluhnya. 

Dikatakannya lagi, kami keluarga sangat terpukul dengan adanya kejadian seperti ini. Tolong kami sebagai masyarakat kecil, kenapa diperlakukan seperti ini.

Sementara itu, Juru Bicara Satgas Covid 19 Kota Tomohon, Yelly Potuh ketika dikonfirmasi menjelaskan, sebagaimana yang disampaikan oleh Juru Bicara Satgas Covid-19 Provinsi Sulawesi Utara, dr Steven Dandel, sesuai dengan protokol yang baru semua orang dengan sakit apapun, dengan atau tidak adanya riwayat perjalanan, dan masuk ke RSUP Kandouw tetap discreening dengan foto thorax.  

"Apabila foto thorax menggambarkan bahwa yang bersangkutan ada peradangan paru, maka pasien itu akan ditetapkan sebagai PDP. Dari hasil foto thorax didapati gambaran foto yang menunjukkan bahwa Pasien mengalami Pneumonia Viral. Sesuai kriteria dan melalui SOP, Pasien diberikan status PDP," katanya.

Pasien meninggal dijelaskan ditangani menggunakan protokol penanganan jenazah Covid-19.
Jenazah tiba di pemakaman pukul 02.00 dinihari dan proses pemakaman dilakukan sampai kurang lebih pukul 04.00 subuh.

"Di lokasi pemakaman dikoordinasi langsung oleh pemerintah Kota Tomohon, Ass I Toar Pandeirot, pemerintah kelurahan setempat, Dinkes, Kepolisan, Koramil, BPBD, Pol PP Tomohon. Tapi karena keterbatasan APD yang hanya diperuntukkan bagi 4 orang, hal ini sangat membuat pelaksanaan pemakaman meskipun selesai tapi tidak maksimal, hanya sesuai kemampuan empat petugas ini. Tapi sudah diteruskan pemakamannya dengan layak pada pagi harinya," pungkasnya.

***