62 WBP Rutan Manado Jalani Asimilasi dan Integrasi di Rumah -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

62 WBP Rutan Manado Jalani Asimilasi dan Integrasi di Rumah

editor: rolly_sondakh
Jumat, 03 April 2020

Napi Rutan Manado dibebaskan melalui program Asimilasi dan Integrasi. (File Hut Kamrin/KOMENTAR.ID)

Manado, KOMENTAR.ID 

Sebanyak 62 warga binaan pemasyarakatan (WBP)  Rutan Manado, Jumat (3/4) akhirnya menikmati program Asimilasi dan Integrasi sesuai Permenkumham  Nomor 10 Tahun 2020  dan Surat Kepetusan Kemenkumham  Nomor: M.HH-19.PK.01.04.04 Tahun 2020 dalam penanggulangan Covid-19.  

Kepala Rumah Tahanan Negara Klas IIA Manado Yusep Antonius, AMd.IP, SPd, MSi  menjelaskan WBP yang mendapat kesempatan pertama Pengeluaran dan Pembebasan ini terdiri dari 58 dewasa,  3 wanita dan 1 anak  akan mengikuti Asimilasi dan Integrasi di rumah masing-masing. 

Selain mencegah penyebaran Covid-19 di Rutan, kebijakan ini  juga mengantisipasi over kapasitas yang dianggap rawan penyebaran virus Corona. 

‘’Jumlah kepulangan ini akan bertambah karena  yang lainnya dalam proses pemberkasan. Dan ini sementara masih dikhususkan buat narapidana yang terkena Pidana Umum,’’ ungkapnya.

Sebelum bebas, 62 narapidana yang akan pulang, dikumpulkan di aula rutan untuk mendapat penjelasan dari Kepala Rutan yang diwakili Kasubsie Pelayanan Tahanan, Wahyono, staf Pelayanan Tahanan, Muzakkir Abdullah dan A Yurson, Petugas Penelitian Kemasyarakatan Pertama Bapas Kelas I Manado. ‘’Dari sini, setelah bebas, langsung kembali ke rumah-rumah masing-masing karena pengeluaraan dan pembebasan ini adalah untuk mencegah wabah Covid-19,’’ Wahyono berpesan.

Dia juga menjelaskan, mereka yang bebas masih dalam pengawasan Bapas sehingga perlu melaporkan keberadaan secara periodik hingga keluar SK Bebas.  

Hal senada dijelaskan Yusron dari Bapas, napi yang bebas  tidak perlu melaporkan di Kantor Bapas namun lewat video call di WhatsApp. 

‘’HP harus selalu aktif sehingga bisa terpantau,” pesan Yusron. 

Kegembiraan terpancar dari mereka yang  mendapat kesempatan kloter pertama pembebasan ini. ‘’Terima kasih atas semua ini. Saya bisa berkumpulan bersama keluarga lebih cepat. Terima kasih buat Bapak Menkumham dan Bapak Presiden,’’ ujar Elizabeth T, salah satu warga binaan  yang bebas. 

(***)