Tuduh Pemkab Talaud Kumpul Massa, Legislator Golkar Dilapor ke Polisi -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Tuduh Pemkab Talaud Kumpul Massa, Legislator Golkar Dilapor ke Polisi

editor: hut_kamrin
Selasa, 31 Maret 2020

Foto pemilik akun Emma Malaa yang dilapor ke Polres Talaud. Foto: akun Emma Malaa

Melonguane, KOMENTAR.ID —
Anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Talaud Velma R Malaa dilapor ke aparat kepolisian, Senin (30/3/2020). Pelapor menunjukan bukti laporan ke Polres Talaud bernomor: TBL/50/III/2020/Res Kepl Tld. 

Tokoh pemuda Talaud Renalto Tumarah menyeret Velma dengan tuduhan pelanggaran UU ITE. 

Kepada awak media, usai membuat laporan di Mapolres, Tumarah mengatakan, postingan terlapor melalui akun facebook Emma Malla pada Sabtu (28/3) akhir pekan lalu, sekira pukul 21.17 Wita, yang menuding Pemkab Kepulauan Talaud melanggar peraturan social distancing, dengan melakukan kegiatan pengumpulan massa, telah menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.
Surat laporan Renalto Tumarah

Padahal kegiatan yang dimaksud dalam postingan terlapor tersebut bukanlah kegiatan Pemkab Kepulauan Talaud dan tidak ada aksi pengumpulan massa di dalamnya, karena kegiatan itu adalah kegiatan keluarga.

“Postingan (VM alias Velma) ini membuat gaduh masyarakat Talaud. Karena seolah-olah Pemkab Talaud melakukan pengumpulan massa, padahal waktu itu saya menyaksikan langsung, itu bukan kegiatan pemda, hanya keluarga bupati. Dan tidak disangka banyak masyarakat berdatangan dengan speed boat, karena dengar info ada bupati di Pulau Sara. Jadi kedatangan masyarakat di Pulau Sarra itu adalah inisiatif pribadi mereka,” tandas Renalto.

Menurutnya, postingan terlapor tersebut, tidak mencerminkan seorang wakil rakyat. Dia menilai postingan tersebut beraroma mengadu domba masyarakat.
“Karena di tengah-tengah situasi saat ini, saya sebagai masyarakat menilai postingan beliau seolah-olah mengadu domba masyarakat. Atas dasar itu, saya melapor (di kepolisian),” tutup Tumarah.

Sementara itu, VRM, yang dihubungi wartawan melalui WhatsApp, perihal adanya laporan tersebut, menyatakan siap menjalani proses hukum yang berlaku.

“Sy siap menjalani proses hukum sbgai warga masykt yg taat hukum,” ujarnya singkat. 

Pantauan wartawan di akun Emma Malaa terdapat postingan yang dimaksudkan pelapor termasuk foto-foto warga di Pulau Sara. 

#IRONIS
#Menjadi garda terdepan trun kesetiap kota, kec dan desa utk memberikan edukasi kepada masyarakat ttg SOCIAL DISTANCING.
Masyarakat berdiam dirmh dgn tuntutan kebutuhan sehari2 yg mendesak tp diabaikan krn mendukung program pemerintah.
Faktax hari ini....sungguh ironis....di tengah suluruh dunia di landa duka tapi di Kab. Kepl. Talaud justru membuat acara yg mengumpulkan masa dlm jumlah byk dan rame2 berkunjung di Pulau Sara.
Beberp minggu yg lalu Pemerintah Daerah lagi ramai2x melakukan aksi/kegiatan salah satux penyemprotan desinfektan di tempat2 umum namun di sisi lain justru Pemerintah Daerah melanggar aturan tersebut.
Lalu bagaimana masyarakat Talaud melihat akan hal ini....???Bukankah  muncul keraguan dr masyarakat ttg SOCIAL DISTANCING???
Seolah kita menghukum masyarakat berdiam diri didalam rmh.....tdk melakukan apapun....tp hari ini justru Pemerintah Daerah mempertontonkan suatu kegiatan yg bertolak blakang dr apa yg selama ini dibuat.
Ataukah mgkn Protap pencengahan COVID19 hanya diperuntukan kpd masyarakat??? Ataukah Pemerintah Daerah jg???tolong di jawab Pak Presiden!!
#SungguhMenyedihkan
#MasyarakatBersuara
#MaafBagiYgTersinggung
#PatutUtkDiKritik
Publik Talaud

(***)