Tagihan Maret 2020, PLN Pakai Data Historis Rata-rata Pelanggan -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Tagihan Maret 2020, PLN Pakai Data Historis Rata-rata Pelanggan

editor: hut_kamrin
Selasa, 31 Maret 2020

Ilustrasi perhitungan tagihan PLN untuk Maret 2020. 

Manado, KOMENTAR.ID —
PT PLN mengambil kebijakan menggunakan data historis rata-rata pelanggan sebagai acuan untuk menentukan besaran tagihan listrik bulan Maret 2020 ini. Hal ini dilakukan karena PLN menangguhkan kegiatan pencatatan dan pemeriksaan stand meter pelanggan oleh petugas catat meter.

Penangguhan kegiatan catat meter ini sendiri merupakan upaya dari PLN untuk mendukung pemerintah dalam mencegah penyebaran wabah virus corona. Unit Pelayanan Pelanggan (UP3) Manado juga menerapkan hal tersebut, agar pelanggan dan petugas sama-sama terjaga dari paparan virus corona.

Manager PLN (UP3) Manado, Andre Lengkong mengatakan, penggunaan data historis rata-rata pelanggan yang akan dijadikan acuan pada tagihan penggunaan bulan Maret adalah perhitungan pemakaian pada bulan Desember 2019, Januari dan Februari 2020.

"Nanti diambil rata-rata pemakaian dan kemudian akan digunakan sebagai dasar total tagihan yang harus dibayarkan pelanggan," kata Lengkong.

Sementara, jika nantinya terjadi ketidaksesuaian total tagihan dan data real pada meter listrik pelanggan, maka hal tersebut akan diperhitungkan pada rekening bulan selanjutnya.

"Artinya, tidak ada kerugian yang akan ditimbulkan kepada pelanggan. Dan jika ada pengaduan, pihak PLN tetap akan melayani, dimana pelanggan bisa langsung menyampaikannya lewat contact center PLN 123," tutur Lengkong.

Sementara itu, Lengkong juga mengimbau kepada masyarakat untuk melakukan pembayaran secara online untuk meminimalisir kontak fisik antara pelanggan dengan petugas.

“Jadi sebagai upaya preventif mencegah penularan corona virus/ covid 19 kami mengajak pelanggan untuk memaksimalkan pembayaran listrik secara online. Bisa melalui ATM, Internet Banking, SMS Banking, Aplikasi Dompet Digital (E-Wallet) ataupun melalui aplikasi E-Commerce," kata Lengkong kembali. (***)