Polri akan Periksa ‘Dungunya’ Filsuf Rocky Gerung Persis di Hari Tipu Sedunia -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Polri akan Periksa ‘Dungunya’ Filsuf Rocky Gerung Persis di Hari Tipu Sedunia

editor: hut_kamrin
Minggu, 29 Maret 2020

Rocky Gerung, pengamat sosial/filsuf. Foto: Google image


Jakarta, KOMENTAR.ID —
Polri menjadwalkan akan memeriksa Rocky Gerung pada 1 April 2020.  Agenda pemeriksaan ini setelah beredar surat pemanggilan kepolisian terhadap pengamat sosial politik yang juga filsuf Rocky Gerung. Dalam surat itu, Rocky yang terkenal dengan ocehan ‘dungu’ kepada pihak lawan, dipanggil atas laporan yang dibuat politikus PDIP, Henry Yosodiningrat pada 2019 lalu.

Polri membenarkan soal surat itu. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Hubungan Masyarakat Polri, Brigadir Jenderal Polisi Argo Yuwono menyebutkan, Rocky dipanggil penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Badan Reserse Kriminal Polri. "Iya benar (ada pemanggilan)," katanya, Minggu 29 Maret 2020.
Penggalan surat panggilan polisi untuk Rocky yang beredar di media sosial. 

Masih berdasarkan surat itu, Rocky disebut dipanggil pada 1 April 2020 mendatang, pukul 10.00 WIB. Pemeriksaan Rocky persis jatuh di Hari Tipu Sedunia atau April Mop, dikenal dengan April Fools' Day. Hari dimana orang dianggap boleh berbohong atau memberi lelucon kepada orang lain tanpa dianggap bersalah. Hari ini ditandai dengan tipu-menipu dan lelucon lainnya terhadap keluarga, musuh, teman bahkan tetangga dengan tujuan mempermalukan orang-orang yang mudah ditipu.

Rocky akan diperiksa di Gedung Bareskrim Polri. Status laporan itu masih penyelidikan.

Sebelumnya, politikus PDIP Henry Yosodiningrat melaporkan pengamat politik, Rocky Gerung ke Bareskrim Polri. Dalam laporan ini, Rocky disebut melakukan penghinaan dan pencemaran nama baik Henry melalui media sosial.

"Orang bernama Rocky Gerung atau orang lain menggunakan akun Instagram @rockygerungofficial_ menulis keterangan 'yang ngelapor dungu sih' menanggapi pemberitaan tentang laporan saya lalu," kata Henry saat dikonfirmasi, Rabu, 11 Desember 2019.

Dia menekankan merasa dihina dengan keterangan Rocky. Padahal, sebagai politikus, ia punya gelar doktor ilmu hukum. "Sedangkan saya dalam hal ini Dr. H. Henry Yosodiningrat, SH, MH. adalah seorang yang sangat terpelajar dan telah memperoleh gelar Akademik tertinggi (Doktor dalam Ilmu Hukum) dengan predikat Cum Laude," kata Henry. (***)