Penambang Geram, Mantan Brigadir Polda Sulut Minta Jatah 250 Juta -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Penambang Geram, Mantan Brigadir Polda Sulut Minta Jatah 250 Juta

editor: hut_kamrin
13 Maret 2020


Para penambang di Potolo.

Manado, KOMENTAR.ID

Tindakan Polda Sulawesi Utara (Sulut) menertibkan tambang emas resmi di Potolo, Lolayan, Bolmong meninggalkan pertanyaan siapa oknum yang berhasil memelintir usaha masyarakat.

Dalam sebuah perbincangan dengan sumber internal pengelola tambang, terungkap ada oknum mantan brigadir Polda Sulut yang melempar isu ilegal mining di lokasi tambang yang menjadi sumber kehidupan masyarakat.

Nama HJ alias Hendra disebut-sebut beberapa kali meminta jatah alias upeti ke pengelola tambang. Konon HJ pertama kali menerima Rp30 juta dari sumber. Kemudian HJ menerima lagi Rp20 juta.

Tidak puas mantan anggota timsus yang dipecat karena kasus penggelapan barang bukti uang BNI itu, berupaya memeras sumber yang sama uang sebesar Rp250 juta. Tapi tidak dipenuhi.

"Saya punya bukti transfer ke HJ," tegas Stenly, kepada wartawan, Jumat (13/03-2020). 

Diketahui, Polda Sulut melakukan penertiban tambang resmi di Potolo, Bolmong pada Selasa (09/03-2020).

***