Pemancing Asal Talaud, Telantarkan Ikan Seharga Rp 2 Juta/kg, Jika Dijual di Jepang -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Pemancing Asal Talaud, Telantarkan Ikan Seharga Rp 2 Juta/kg, Jika Dijual di Jepang

Senin, 02 Maret 2020

Ikan Buntal seberat 6 kilogram telantar di atas dermaga Lirung, Kabupaten Kepulauan Talaud. (File Komentar.ID)

"Di Jepang, ikan ini dihargai 2 juta perkilogram, Om Bu malah menelantarkannya, dan tak mau bawa pulang...”

Talaud, KOMENTAR.ID

Ketika matahari hampir hilang secara keseluruhan dari cakrawala, tampak terlihat berjejer warga sekitar pelabuhan Lirung, daerah Kepulauan Talaud. Sore itu, mereka aktif meluangkan waktu, mancing ikan.

Ada yang menggunakan pancing modern, namun, tak sedikit  yang menggunkan alat seadanya. Bermodal senar yang digulung pada potongan kayu,  daging ikan mentah dipotong halus, seukuran tempelan dua jari manusia. Kemudian dilempat dari atas dermaga.

Tidak lama menunggu, ada hasilnya. Seperti ketika ditemui tim komentar.id, Minggu (01/03-2020), seorang bapak berhasil mendaratkan satu ekor ikan, beratnya sekira enam kilogram. Herannya, bukannya senang, bapak itu malah berwajah murung dan bersuara gerutu ketika melihat hasil tangkapannya.

"Ah. Sial, kapa kong ngana yang makang kita pe umpan,” protes bapak itu di depan tim komentar.id

Melihat lebih dekat, Om Bu yang tak mau menyebutkan nama aslinya, lantas menawarkan secara langsung agar ikannya diambil gratis.

"Ngoni suka ini, ambe jo,” sodor tangan kanannya seraya memegang ikan. “Mar kalo jadi apa-apa jangan salahkan kita," sambungnya terkekeh.

Pemberian ikan secara gratis itu tentu beralasan. Om Bu, tak mau ambil risiko. Ia tahu, ikan itu beracun. Tuturnya, pernah ada satu keluarga meninggal gara-gara masak dan makan ikan jenis ini di rumah.

"Biar jo kita ba dabu-dabu di rumah, dari pada mati percuma sama dengan ada satu keluarga meninggal karena makang barang ini,” seloroh Om Bu kepada tim komentar.id

Setelah, tim komentar.id melihat literatur,  keputusan Om Bu itu sudah tepat. Ia tak mau ambil resiko. Sesuai penelusuran, ikan tangkapan di atas, tergolong ikan beracun. Ikan Buntal. 

Dalam bahasa Inggris, disebut "giant pufferfish" Ada yang menuliskan, ikan jenis ini lebih beracun dari sianida.

Di dalam tubuh ikan buntal terdapat neurotoxin, racun yang sangat mematikan. Berdasarkan data penelitian, sekitar 40 sampai 50 orang tewas setelah menyantap daging ikan buntal yang tidak diolah dengan benar.

Racun yang terdapat dalam ikan buntal bisa menyebabkan mual, lumpuh, sesak napas, bahkan kematian jika tidak segera diobati. Makanya, di Jepang, untuk memasak ikan ini, kokinya harus punya lisensi khusus.

Koki harus menjalani pelatihan selama bertahun-tahun hingga memiliki izin khusus untuk menyiapkan ikan buntal. Ditelusuri, pelatihan juru masak khusus untuk memasak ikan buntal bisa sampai 10 tahun.

Tak heran, di Jepang, ikan spesies ini mahal harganya. Bisa capai dua jutaan perkilogram.  Daging ikan buntal dinilai lezat bagi warga negeri sakura.

Di Jepang, Ikan buntal biasanya disajikan dalam potongan tipis sashimi atau di dalam panci panas. Namun, beberapa orang di Jepang tetap saja terbunuh karena kesalahan penyajian fugu setiap tahunnya.

Makanya, para penyantap ikan, jika Anda berkeinginan mencicip ikan berjenis ini,  sebaiknya berhati-hati, jangan makan jika tidak tahu cara penyajiannya.

Koki Jepang saja butun 10 tahun untuk bisa peroleh lisensi masak, bagaimana dengan kita? Hati-hati, jangan sampai keracunan.

(adm)