PDIP Terancam ‘Sesak Nafas’ di Lima Daerah Karena Ini -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

PDIP Terancam ‘Sesak Nafas’ di Lima Daerah Karena Ini

editor: hut_kamrin
Kamis, 12 Maret 2020

Bacalon Gubernur-Wakil Gubernur petahana Olly Dondokambey-Steven Kandouw. Foto: Dok. Komentar.Id

Manado, KOMENTAR.ID —
PDIP cukup confidence (percaya diri) menatap Pilkada Sulut 2020. Partai ini terlebih dahulu mengumumkan paket incumbent Olly Dondokambey-Steven Kandouw sebagai bakal calon Gubernur-Wakil Gubernur Sulut. Tapi PDIP belum sama sekali menetapkan nama-nama kandidat yang akan bertarung di kabupaten/kota. 
Alih-alih menunggu injury time, Nasdem-Golkar mengisyaratkan koalisi di semua daerah. Jika isyarat koalisi itu terbentuk, jalan PDIP makin terjal di lima kabupaten/kota. 

1. Kota Bitung

Di Bitung, incumbent Maximilianus Jonas Lomban-Maurits Mantiri ( MaMa) terbelah. Walikota Maximilian Jonas Lomban diperkirakan akan diusung Nasdem. Sementara Mantiri menunggu SK PDIP. Kondisi ini membuat Lomban lebih diuntungkan karena menguasai sistem, infrastruktur dan otoritas mengendalikan kebijakan publik.  “ Jelas 01 jauh lebih leluasa menggarap voters dengan aneka paket kebijakan,” kata Valentino Roring SIP, pengamat politik Sulut. 
Apabila mengikuti isyarat DPP Nasdem-Golkar, maka paket Maximilian Jonas Lomban-Cindy Wurangian menjadi pasangan yang sangat tangguh di kota tersebut. 

2. Kabupaten Minahasa Utara

PDIP juga agak jauh dari tungku kemenangan di Pilkada Minut. Tidak berada dalam komposisi incumbent, membuat PDIP extra kerja keras. Gaya berpolitik Vonny Panambunan yang meronda hingga ke dapur warga, membikin PDIP ciut sebelum bertarung. Prediksi publik, the next VAP bukan orang lain, tapi putrinya sendiri Sintia G Rumumpe yang sudah mengantongi SK Nasdem. SGR justru makin tangguh apabila Nasdem-Golkar konsisten dengan isyarat pusat. 

3. Kota Manado

Pekerjaan super berat ada di Manado dan Tomohon. Ini dua daerah yang dianggap kutukan. Di Pilkada Manado, jika Julieta Paula A Runtuwene mengantongi SK Nasdem, maka kontestasi tahun ini menjadi mimpi buruk PDIP. Penguasaan jumlah kursi PDIP (10) di DPRD bukan jaminan untuk menakar persentase kemenangan PDIP. Mirip Minahasa Utara. Tidak ada elemen partai di komposisi pemerintahan membuat PDIP terancam ‘sesak nafas’. 

Gabungan Nasdem (5 kursi) dan Golkar (5 kursi) plus jargon GS Vicky Lumentut dari Demokrat dan dua kursi PKS, sudah cukup memutus impian PDIP di ibukota. 

4. Kota Tomohon

Kondisi malang bisa saja terulang jika PDIP keliru memasang paket bakal calon di Pilkada Tomohon. Dalam sejarah pilkada sejak pemekaran, kursi orang nomor satu di kota ini seolah menjadi ‘Area Bebas PDIP’. Kalau jeli, pertai besutan Megawati itu, dapat memanfatkan fenomena faksi di tubuh Golkar Tomohon yang mencatat 10 kursi di DPRD. Keliru memasang komposisi usungan kandidat, PDIP mengulang tradisi tidak beruntung di kota dingin tersebut. 

5. Kabupaten Minahasa Selatan 

PDIP diperkirakan kalah tipis di wilayah Minahasa Selatan. SK Golkar hampir pasti jatuh ke tangan Mikha E Paruntu (MEP). Adik kandung Bupati Minsel Christina Eugenia Tetty Paruntu (CEP) ini praktis head to head dengan bakal calon usungan PDIP Frangky D Wongkar (FDW). 
Serupa Minut, Tomohon dan Manado, PDIP harus bergerilya dalam tekanan incumbent yang tanpa ampun mengendalikan sistem, infrastruktur dan otoritas penentuan kebijakan publik. (***)